• Telp : 0725-41507
  • Fax : 0725-47296
Diposting oleh Tgl 24-10-2017 & wkt 11:08:12 dibaca Sebanyak 31 Kali

Kita kenal Amerika Serikat, merupakan negara yang mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam jajaran negara dunia pada masa selepas perang dunia I, II, perang dingin, dan pasifik. Amerika telah bergelut pada bidang ekonomi dengan melibatkan kemiliterannya untuk mendapatkan sebuah kekuasaan dengan tujuan mengeksploitasi sumber daya alam serta manusianya. Setelah politik tidak mempunyai pengaruh kuat dalam pergerakan kekuasaan negara atas negara lainnya, saat ini bidang ekonomilah yang nantinya dimanfaatkan untuk memangsa negara lainnya untuk tunduk kepada negara lainnya.

Saat ini, Dollar Amerika, merupakan mata uang yang paling dominan di dunia, menjadi mata uang yang selalu digunakan dan menjadi patokan naik turunnya nilai mata uang lokal negara lainnya. Bahkan, dewasa ini dollar mempunyai andil yang besar dalam penciptaan inflasi dan deflasi negara-negara dunia. Dollar menjadi magnet tersendiri atas mata uang domestik negara-negara Uni Eropa, Asia, dan Afrika. Kenapa dollar bisa menjadi mata uang dunia? Hal itu terjadi karena pergerakan politik Amerika pada masa keemasannya mengalami kesuksesan dan mempunyai pengaruh atas pasar dunia.

Dominasi Amerika tidak lepas dari kekalahan Jepang pada saat perang pasifik. Kita tahu dahulu jepang merupakan suatu negara yang mempunyai kekuatan militer yang sangat kuat, berbasis teknologi dan mempunyai kemampuan untuk mengoperasikannya dengan baik, namun diruntuhkan oleh kekuatan politik Amerika yang dikenal sangat jeli memanfaatkan peluang. Sementara itu runtuhnya komunisme Uni Soviet pada perang dingin atas Amerika menjadikan pemulusan Amerika untuk menjadi negara yang kuat, sehingga dalam beberapa waktu Amerika mempunyai kehendak kekuasaan atas kekalahan politik Jepang dan Uni Soviet atasnya. Sehingga Amerika menjadi negara adi daya di dunia, negara yang mempunyai daya pengaruh yang sangat tinggi atas negera lainnya. Geliat politik Amerika menjadi gerakan yang masif dalam merangkul negara-negara di dunia dengan tujuan dibaliknya adalah untuk menghisap kekayaan negara yang dihisapnya.

Meskipun Indonesia tidak pernah disadap ekonominya melalui gerakan penjajahan, seperti Belanda, Jepang dan Inggris, namun pada kenyataannya Amerika telah banyak mengambil kekayaan bumi Indonesia, Freport telah menancapkan kakinya di Papua, yaitu pada tahun 1967 yaitu tambang Erstberg dan tambang Grasberg dari tahun 1988 di kawasan Pura Kabupaten Mimika, Papua. Hal itu terjadi karena pergerakan politik Amerika yang sangat kuat dan licin, sehingga Pemerintah Indonesia memberikan hak untuk bekerjasama bidang pertambangan. Penguasaan ekonomi dengan geliat politik kala itu sangat berpengaruh atas negara lainnya, termasuk Indonesia.

Pada tahun 1990-an, negara-negara di dunia berlomba-lomba dalam bidang ekonomi untuk dapat menancapkan kekuasaannya atas negara lainnya. Terdapat tiga blok ekonomi yang paling menonjol di kala itu, yaitu Amerika, Jepang dan Uni Soviet. Mereka menjadikan lembaga-lembaga seperti PBB, WTO, dan IMF menjadi perpanjangan tangan atas kebijakan ekonominya dalam ranah internasional. Situasi tersebut menjadikan negara yang bergabung di dalamnya menjadi negara penyokong dan menjalankan apa yang diproyeksikan.

Penguasaan atas negara dengan menggunakan sistem ekonomi saat ini banyak dilakukan oleh negara-negara yang mempunyai kemampuan dibidang ekonomi dan didorong oleh kekuatan ekonomi negaranya. Terbukti, pemanfaatan lembaga Internasional seperti PBB, WTO, dan IMF sangat membantu dalam memuluskan kepentingan ekonomi negara Jepang, Amerika, dan Uni Soviet. Tidak menutup kemungkinan penguasaan negara atas negara lainnya dapat dilakukan hanya dengan politik ekonomminya, tidak harus melakukan pertempuran dengan genjatan bersenjata seperti pada zaman penjajahan.

Terbukti, dominasi ekonomi dalam konteks eksploitasi kekayaan lokal banyak dilakukan oleh negara dengan jumlah kekayaan yang berlimpah melakukan kegiatan pencaplokan dengan memberikan investasi, melakukan kerjasama, dan turut serta dalam kegiatan ekonomi lokal. Amerika yang saat ini menjadi negara adi daya lambat laun akan dikacaukan singgasananya oleh negara-negara yang tidak sepaham dengan kebijakannya, seperti Uni Soviet yang saat ini adalah Rusia yang tersakiti oleh Amerika kala itu, RRC dan Uni Eropa, dan negara-negara timur tengah. Negara-negara tersebut menjadi negara yang mempunyai daya magis yang sangat kuat dibidang ekonomi, dan tidak tertinggal, Jepang serta Korea Utara dengan segudang teknologinya.

Geliat Politik Ekonomi Tiongkok dan Jepang

Tidak heran dengan Rusia dan Jepang yang sedari dulu telah berseteru dalam memperebutkan kekuasaan atas negara-negara lainnya dengan Amerika. Perseteruan politik ketiga negara tersebut berlanjut ke sektor ekonomi saat ini, dengan memanfaatkan lembaga-lembaga Internasional di atas. Namun, keberadaan ketiga negara tersebut saat ini telah diusik oleh Cina. Cina dengan perkembangan sektor ekonomi yang pesat membuat ketiga negara tersebut menjadi salah satu negara super power bidang ekonomi yang menjadi tandingan negara yang telah mapan terlebih dahulu. Pergerakan ekonomi Cina lambat laun mulai meleburkan kekuasaan Amerika yang menjadi negara yang sangat berpengaruh di dunia.

Cina dengan perkembangan ekonomi yang sangat pesat mengakibatkan banyak negara kalang-kabut dalam mengatasi pergerakan ekonomi yang dibawanya. Persaingan ekonomi RRC yang kita tahu saat ini sangatlah krusial, Cina berani melakukan investasi di berbagai sektor. Hal itu terjadi karena pertumbuhan ekonomi Cina dari sektor UMKM sampai kepada teknologinya sangat pesat. Salah satu kecanggihan teknologi Cina adalah kereta cepat yang dimilikinya, teknologi tersebut mengantarkan Cina yang memenangkan tender kereta cepat Indonesia, mengalahkan kompetitornya, seperti Jepang. Dewasa ini Cina banyak memenangkan tender dengan negara-negara lainnya. Bahkan, Amerika yang katanya negara adi daya tidak dapat memberikan jawaban atas gerakan politik ekonomi Cina.

Politik ekonomi yang selama ini digencarkan oleh Tiongkok membuat negara lainnya mengalami degradasi bidang ekonomi. Selain melakukan persaingan bidang teknologi yang mudah dijangkau dan berstandarkan nasional, Tiongkok juga melakukan investasi-investasi lokal yang mengakibatkan banyak saham dalam negeri dimiliki oleh Tiongkok.

Kemajuan ekonomi Tiongkok tidak bisa lepas dari kebijakan yang dilakukannya, ZEK (Zona Ekonomi Khusus) yang diterapkan Tiongkok pada kekelamannya. Dahulu politik yang demikian santar jadi perbincangan, dengan investasi besar-besaran yang dibuka oleh pemerintah Tiongkok. Bahkan banyak yang tidak percaya dengan kemajuan pembangunan Tiongkok dengan investasi yang dibukanya atas negara lainnya.

Politik ekonomi yang serupa yang dilakukan oleh Tiongkok kepada negara lainnya. Setelah lama Tiongkok menerima berbagai bentuk investasi saat ini negara komunis ini mencapai level ekonomi yang kian meningkat, bahkan saat ini Tiongkok mulai melakukan investasi kepada negara-negara lainnya, mereka mampu memutar posisi negara yang dulunya menjadi negara penerima investasi menjadi negara yang siap kapan saja memberikan investasi ketika diminta untuk melakukan investasi, seperti halnya investasi yang dilakukan kepada Indonesia.

Investasi yang dilakukan akan menyebabkan peningkatan pembangunan lokal, namun dibalik itu semua pasti ada beberapa hal yang harusnya diberikan kepada negara pemberi investasi. Selain bagi hasil dari dari pembangunan yang dilakukan. Perlu kita ingat politik ekonomi Amerika atas Papua, dimana dibalik kerjasama yang ditandatangani pasti ada hal positif-negatif yang akan didapatkan.

Selain Tiongkok yang melakukan pergeliatan bidang pembangunan domestik Indonesia, terdapat juga Jepang dengan dalih melakukan perbaikan dan peningkatan fasilitas negara melakukan investasi besar-besaran. Mereka tidak pernah merasa sakit hati atas kekalahan proyek kereta cepat atas Cina.

Belum lama ini kunjungan diplomasi Indonesia dan negara ASEAN lainnya dalam acara pameran teknologi Jepang, secara implisit menegaskan ketersediaan Jepang untuk melakukan kerjasama pengadaan persenjataan perang nega-negara ASEAN. Selain itu pertemuan diplomasi Jepang dengan pemerintah Indonesia dalam pembicaraan trkait peningkatan dan pembangunan landasan udara yang nantinya akan menghubungkan Los Angles Amerika Serikat, namun dengan melalui Jepang. Hal itu merupakan indikasi Jepang yang ingin meraup untuk atas kerjasama investasi tersebut.

Di sisi lain, Jepang juga melakukan investasi bidang pembangunan perbatasan negara. Jepang ingin turut andil dalam pembangunan infrastuktur perbatasan Indonesia dengan negara tetangga. Investasi-investasi yang dilakukan oleh Tiongkok dan Jepang tersebut mengindikasikan bahwa pembangunan negara ini harus digalakkan dengan segera. Namun jika ketergantungan terhadap negara lain maka ke depan negara ini akan selalu dieksploitasi oleh negara lain. Penjajahan jalan kedua akan terjadi dinegara ini jika negara ini nantinya tidak mampu bertahan dengan investasi yang diterima. Bukan tidak mungkin nantinya ketika ekonomi domestik menurun, investasi banyak dimiliki oleh asing.

Dibalik Investasi Tiongkok dan Jepang untuk Indonesia

Pemanfaatan investasi dari asing harus dilakukan dengan baik. Perhatian khusus harus diberikan terhadap investasi yang diterima. Ketahanan negara terhadap investasi asing harus ditingkatkan dengan mengelola investasi domestik. Karena bukan tidak mungkin kebijakan investasi ke dua negara tersebut ke depan akan mencatut dan mengeksploitasi kekayaan negara. Meskipun persaudaraan dengan dua negara tersebut sudah dilakukan sejak lama, namun perlu kita ingat, Jepang dahulu pernah melakukan penjajahan terhadap Indonesia, sedangkan Cina merupakan negara komunis yang mempunyai banyak kreativitas untuk berinovasi.

Faktanya juga du negara tersebut selalu bermain dalam bidang teknologi dalam negeri, seperti halanya kendaraan bermotor. Banyak produk teknologi dua negara tersebut beredar di dalam negeri. Bahkan, lalu lintas Jakarta sangat padat hanya karena olah teknologi kedua negara tersebut.

Negara ini sudah sangat ketergantungan dengan teknologi dua negara tersebut dan ditambah dengan investasi yang digencarkannya. Maka Indonesia saat ini harus menanggapi kedaulatan kedua negara tersebut yang melakukan pergejolakan investasi di dalam negeri dengan strategi khusus yang harus dicanangkan. Jangan hanya menerima kemajuan teknologi dengan cuma-cuma dan perjanjian investasi haruslah menguntungkan dan meningkatkan keadaan ekonomi negara.

Negara ini perlu mencontoh kebijakan ZEK yang pernah diterapkan oleh Tiongkok. Investasi yang diterima harus digunakan untuk melakukan pembangunan-pembangunan fasilitas dan ekonomi negara dan daerah. Dengan investasi yang diterima, Indonesia harus mampu bangkit dari keterpurukan bidang ekonomi. Target pertumbuhan ekonomi harus dapat tercapai dengan investasi yang diterima, tentunya juga harus didukung dengan tenaga ahli yang mampu memdayagunakannya. Perlu kita ingat bersama bahwa kerjasama tersebut juga akan mendegradasi tenaga ahli lokal, karena pengerjaan pembangunan nasional tersebut akan benyak memanfaatkan tenaga negara asal, seperti pekerja asal Tiongkok dan Jepang.

 

Penulis: Dwi Nugroho

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

yDlUX

Total Komentar (0)


Halaman :