• Telp : 0725-41507
  • Fax : 0725-47296
Diposting oleh Tgl 24-10-2017 & wkt 07:53:17 dibaca Sebanyak 51 Kali

Khimar, atau yang biasa familiar dikalangan kita adalah kerudung, merupakan sesuatu yang wajib dipakai/dikenakan oleh seorang wanita, terkhusus lagi bagi para wanita yang menganut agama Islam. Banyak dibahas di dalam kitab Al-Qur'an tentang kewajiban berkerudung bagi wanita muslim. Diterangkan juga bahwasanya akan mendapat dosa bagi para wanita yang tidak mentaati perintah Allah SWT. yang satu ini.

Kewajiban memakai khimar (kerudung) yang dibebankan kepada kaum hawa (yang muslim), tentu bukan tanpa alasan. Melainkan, ada hikmah-hikmah yang Allah SWT. berikan dibalik kewajiban berkerudung. Serta, yang pasti akan ada manfaat yang didapat oleh seorang wanita apabila ia mau berjilbab dengan hati yang tulus.

Bagi kaum hawa, pasti menginginkan dirinya untuk terlihat cantik dan anggun bukan? Dan pasti menginginkan kecantikan dan keanggunannya kekal selamanya. Untuk itu berkerudunglah, jika kecantikan dan keanggunanmu ingin engkau bawa sampai nanti di akhirat. Karena cara untuk menjadi bidadari surga, salah satu caranya adalah menutup aurat dengan baik, terutama berkerudung dan juga berpakaian yang sesuai dengan syari'at Islam. 

Penulis mengatakan, wanita yang berkerudung akan jauh terlihat lebih cantik dan anggun, jika dibandingkan mereka yang tak berkerudung. Selain mendapat barokah dari Allah SWT. dengan berkerudung, wanita juga akan terlihat lebih rapi.

Sebelum membahas lebih jauh tentang kewajiban memakai khimar (kerudung), penulis rasa perlu dijelaskan terlebih dahulu, apa itu kerudung? Ada sebagian orang yang mengatakan atau menganggap sama antara khimar, jilbab dan hijab. Padahal ketiga hal ini, menurut keilmuan Islam, ada perbedaan antara ketiga hal tersebut.

Pertama, jilbab adalah sebuah pakaian yang memanjang atau busana muslim terusan, yang menutupi seluruh bagian tubuh terkecuali telapak tangan, wajah serta kaki. Kedua, hijab, itu bisa dikatakan sebagai penghalang. Contohnya penghalang antara jama'ah laki-laki dan jama'ah perempuan, yang biasa berada di dalam masjid-masjid. Sedangkan, khimar (kerudung), yang biasa dipakai untuk kepala yang kainnya menjalar hingga menutupi bagian dada.

Berbicara mengenai khimar (kerudung), sudah sangat banyak bahkan mayoritas kaum hawa yang tinggal di Indonesia ini sudah menggunakan khimar. Hal itu disebabkan karena memang mayoritas masyarakat Indonesia, terkhusus kaum hawa adalah seorang muslimah.

Kewajiban untuk memakai kerudung bagi kaum muslimah sudah jelas di terangkan dalam QS.An-Nur [24]:31, artinya "Katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya. Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya."

Ayat di atas menunjukan perintah untuk wanita yang beriman. Artinya bukan secara umum untuk seluruh manusia, melainkan hanya khusus untuk wanita yang beriman. Jadi, jika para kaum muslimah ingin digolongkan ke dalam wanita beriman, maka berkerudunglah, tentunya kerudung yang sampai menutupi dadanya, bukan yang hanya menutupi kepala saja.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, bahwa Rasulullah pernah bersabda yang artinya "Wahai Asma', sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya)".

Hadits ini memerintahkan untuk menutup aurat, seluruh badan kecuali yang sudah disebutkan dalam hadits tersebut. Artinya, kewajiban memakai khimar pun juga dimaksudkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud ini.

Sangat bahaya sekali bagi kaum muslimah yang tidak berkerudung, dimana rambut yang selama di dunia ia perlihatkan kepada selain suami atau bukan mahramnya, maka rambut itu yang nantinya akan menjadi gantungannya di neraka, sampai otaknya pun mendidih. Lamanya gantungan tersebut? yaitu disesuaikan dengan seberapa lama wanita itu tidak menutup rambutnya untuk yang selain mahramnya.

Sedangkan, untuk wanita yang suka berpakaian seksi dan suka menonjolkan dadanya, dia akan dihukum dengan digantung menggunakan rantai api neraka, dada dan perutnya diikat dengan rantai neraka, serta betis dan pahanya di panggang sebagaimana manusia memanggang binatang seperti kambing. Sangat pedih siksaNya.

Penjelasan tentang siksa bagi kaum wanita yang tidak mau menggunakan khimar, dengan alasan apapun, terdengar sangat pedih dan menyakitkan. Namun itulah hukum Allah, dan Allah tidak mungkin ingkar dengan apa yang sudah dikabarkan untuk hamba-hambanya.

Namun, ada hal yang menurut penulis tidak pas dalam gaya berpakaian para muslimah yang ada di Indonesia ini. Apa itu? Apa karena mereka masih banyak yang tidak berkerudung? Bukan, bukan itu masalah yang penulis maksud. Karena penulis juga mengetahui kesadaran muslimah Indonesia tentang memakai khimar itu sudah mulai ada. Walaupun tidak seluruhnya.

Masalahnya adalah, walaupun banyak ditemui muslimah yang mengenakan khimar (kerudung), yang membuat penulis merasa risau adalah, banyaknya para muslimah yang penulis temui mereka berkhimar (berkerudung), namun juga masih terlihat telanjang (tidak menutup aurat dengan baik). Mereka sebenarnya berkerudung secara kasat mata, namun masih juga memakai pakaian yang ketat, bahkan super ketat. Hal ini banyak dijumpai, terutama bagi mereka kaum muslimah yang berusia remaja atau yang sudah mulai menginjak usia dewasa.

Hal seperti ini, banyak terjadi dikalangan muslimah yang masih remaja atau masih duduk di bangku SMA. Dan juga banyak dijumpai dikalangan kaum hawa yang sedang duduk di bangku perkuliahan (mahasiswi). Mereka berkerudung, namun kerudung (khimar) yang digunakan tidak menutupi dadanya dengan sempurna. Padahal diawal dijelaskan bahwa kerudung itu kain yang menjalar hingga menutupi dada. Kebanyakan gaya berkerudungnya, tidak menutupi dada, sehingga dadanya pun tidak tertutup secara sempurna, dan masih terlihat menonjol.

Ditambah lagi pakaiannya yang ketat, sehingga membentuk lekuk tubuhnya, serta roknya juga yang ketat. Hal itu yang kemudian membuat penulis bertanya-tanya, apa guna kerudung yang ia pakai? Jika dadanya pun tidak tertutup. Bahkan ketika tertiup angin, dadanya terlihat lebih jelas. Apa guna dia berkerudung?

Inilah pentingnya berkerudung dengan hati yang tulus dan ikhlas. Tanpa ada rasa hati yang tulus dan ikhlas, maka kerudungnya pun hanya sebagai syarat, atau hanya sebagai fashion saja. Namun, jika berkerudung dengan hati yang tulus dan ikhlas, maka kerudungnya pun dikenakan atas dasar syrari'at dan berniat untuk menjalankan kewajiban, bukan sekedar fashion.

Penulis juga pernah mendapati, seorang ibu-ibu sedang berbelanja di pasar. Ibu-ibu itu menggunakan kerudung (khimar), namun anehnya ibu-ibu itu memakai baju pendek dan menggunakan celana tanggung, ketat pula. Hal ini terlihat sangat lucu, dan penulis mengatakan hal ini sama saja sesuatu hal yang dapat digolongkan pelecehan terhadap khimar. Karena khimar yang dipakai tidak sesuai dengan pakaian yang dikenakannya.

Hal-hal seperti ini yang harusnya mulai diluruskan dan dihilangkan dari kebiasaan wanita muslimah Indonesia. jika diterus-teruskan, ditakutkan, semakin banyak muslimah yang menggunakan khimar bukan bertujuan menjalankann kewajiban, namun hanya sekedar mengikuti trend atau fashion.

Pesan untuk kaum muslimah, jika memang kepalamu yang suci itu kamu tutupi kerudung, maka bungkuslah hatimu juga dengan kerudung keimanan. Agar mendapat petunjuk dari Allah SWT. Tuhan yang maha memberi barokah.

Bagi para muslimah, jika saat ini belum berkerudung maka lawanlah hawa nafsu itu dan bergegas mengenakan kerudung. Alasan belum siap, itu hanyalah nafsu yang sesat apabila terus diikuti. Karena berkerudung itu bukan masalah siap atau tidak siap. Tapi ini masalah mau atau tidaknya kita menjalankan kewajiban dari Allah SWT.

 

Penulis : Wepo (Pegiat Jurai Siwo Corner)

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

CEdGn

Total Komentar (0)


Halaman :