• Telp : 0725-41507
  • Fax : 0725-47296
Diposting oleh Administrator Tgl 22-10-2017 & wkt 05:56:29 dibaca Sebanyak 86 Kali

Metro, IAIN Metro, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro menggelar dzikir, shalawat, dan khatmil qur'an untuk keselamatan bangsa, negara dan gerakan anti radikalisme dalam rangka Hari Santri Nasional tahun 2017. Acara tersebut diselenggarakan di depan Gedung UKM-UKK IAIN Metro (21/10) pagi.

Acara tersebut merupakan kebijakan dari Kementerian Agama untuk secara bersama-sama melakukan peringatan hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. Dalam acara tersebut, pihak IAIN Metro mewajibkan seluruh jajaran dosen dan pegawai hadir dan mengenakan pakaian ala santri yaitu mengenakan sarung dan baju koko.

Agenda peringatan hari santri yang dilakukan oleh seluruh sivitas akademika IAIN Metro ini merupakan peringatan yang pertama kalinya dilakukan setelah mendapat surat edaran dari Kementerian Agama untuk turut serta dalam menggemakan hari santri Nasional.

Hadir dalam acara tersebut seluruh lapisan masyarakat kampus IAIN Metro, Prof. Dr. Hj. Enizar M. Ag., selaku Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Dekan FEBI, Dekan FUAD, Dekan Tarbiyah, Dekan Syariah, seluruh jajaran dosen, pegawai, mahasiswa, UKM-UKK, HMJ, HMF, SEMA, dan DEMA. Turut hadir POLRES Kota Metro, Polsek Metro Timur, dan Camat Metro Timur.

Pada sambutannya, Ketua Pelaksana Kabiro IAIN Metro, Drs. Zahdi Taher, M.H.I., menjelaskan bahwa acara ini adalah acara yang digelar dengan rentang waktu yang sangat cepat, karena sivitas akademika IAIN Metro belum lama ini baru menerima surat edaran dari Kementerian Agama untuk turut andil dalam memeriahkan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. Bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan peringatan hari santri dan secara bersama-sama menggemakan serta memeriahkan hari santri dalam rangka menangkal radikalisme yang saat ini banyak berkembang di lingkungan masyarakat.

"Dalam edaran tersebut perguruan tinggi wajib melakukan salah satu kegiatan dari tiga rangkaian kegiatan peringatan hari santri, yaitu melakukan upacara bendera, dzikir dan doa bersama, atau memasang baleho (spanduk) pada tempat-tempat strategis. Pada peringatan hari santri, sivitas akademika IAIN Metro melakukan kegiatan dzikir, shalawat, dan khatmil qur'an. Mudah-mudahan kita mendapat ridho dan rahmat dari Allah SWT," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Rektor IAIN Metro, Prof. Dr. Hj. Enizar M. Ag., menegaskan dalam sambutannya bahwa ini adalah momentum untuk melakukan perlawanan terhadap perbuatan buruk. Santri bukan hanya orang-orang yang berada di pondok pesantren, melainkan juga orang-orang yang mempunyai akhlak mulia, bertakwa, beriman dan meninggalkan segala keburukan yang dilarang oleh Allah SWT. Wajah pesantren adalah wajah Indonesia.

Acara dzikir, shalawat, dan khatmil qur'an tersebut dipimpin oleh ustad Nuryanto, M.Pd.I.. Nuryanto menyampaikan dalam tausiah keilmuan, bahwa santri itu harus mengamalkan tiga hal yaitu iman, islam, dan ihsan. Islam bisa makmur itu karena peran santri dan negara ini merdeka juga karena peran para santri di dalamya. "Sebagai generasi penerusnya kita wajib memperingati jasa-jasa para santri yang telah gugur di medan perang karena turut  memperjuangkan kemerdekaan negara,"  [DN]

Berita Lainnya

Masukkan Komentar

pu6tN

Total Komentar (0)


Halaman :