Dosen PA dan Mahasiswa: Praktik Interaksi Akademik di PTKIN

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 26/01/2026 – 7 Sya’ban 1447 H
Dr. Aguswan Khotibul Umam, S.Ag., MA. (Dosen UIN Jurai Siwo Lampung)

Dalam praktiknya, pelaksanaan pembimbingan akademik di PTKIN belum sepenuhnya berjalan ideal. Salah satu kasus yang kerap muncul adalah pembimbingan yang bersifat administratif semata, di mana interaksi dosen pembimbing akademik (PA) dengan mahasiswa hanya terjadi pada saat penandatanganan KRS tanpa dialog substantif mengenai perkembangan studi, kesulitan belajar, atau perencanaan akademik jangka panjang. Kondisi ini menyebabkan fungsi PA sebagai pendamping dan pengarah studi tidak berjalan optimal. Kasus lain yang sering dijumpai adalah minimnya intensitas konsultasi, baik karena keterbatasan waktu dosen maupun rendahnya inisiatif mahasiswa. Akibatnya, mahasiswa dengan capaian akademik rendah atau menghadapi persoalan personal tidak terdeteksi sejak dini, sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan studi, pengulangan mata kuliah, bahkan risiko putus studi.

Selain itu, terdapat pula praktik pembimbingan yang kurang sensitif terhadap aspek kepribadian dan nilai keislaman, padahal PTKIN memiliki mandat untuk mengintegrasikan pembinaan akademik dan akhlak. Hubungan PA dan mahasiswa yang kaku, formal, dan kurang komunikatif membuat mahasiswa enggan terbuka, sehingga permasalahan akademik maupun non-akademik tidak tertangani secara komprehensif. Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa ketidaksesuaian pembimbingan akademik di PTKIN bukan semata persoalan individu, melainkan juga berkaitan dengan sistem, budaya akademik, dan pemahaman terhadap peran strategis dosen pembimbing akademik dalam mendampingi mahasiswa secara utuh.

Dosen dan mahasiswa sebagai mitra akademik yang strategis

Di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dosen pembimbing akademik (PA) tidak lagi diposisikan sekadar sebagai penandatangan KRS, melainkan sebagai mitra strategis mahasiswa dalam merancang, menjalani, dan mengevaluasi proses studi. Interaksi PA–mahasiswa berlangsung dalam spektrum akademik, personal, dan spiritual yang saling terintegrasi. Dalam konteks kekinian, peran ini semakin krusial karena mahasiswa menghadapi tantangan yang kompleks: transisi dari sekolah ke perguruan tinggi, tuntutan capaian akademik, adaptasi teknologi pembelajaran, hingga problem personal dan sosial yang berimplikasi langsung pada keberlangsungan studi.

Interaksi Akademik: Dari Penyusunan KRS hingga Monitoring Studi

Interaksi akademik antara dosen PA dan mahasiswa menjadi fondasi utama pembimbingan. Pada tahap awal setiap semester, dosen PA berperan aktif dalam mendampingi penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS) dengan mempertimbangkan Indeks Prestasi (IP), kesiapan akademik, serta beban studi yang proporsional. Proses ini tidak semata administratif, tetapi juga edukatif—mahasiswa diajak memahami konsekuensi akademik dari setiap keputusan studi yang diambil. Selanjutnya, dosen PA melakukan evaluasi hasil studi dan monitoring perkembangan akademik mahasiswa. Mahasiswa dengan capaian rendah mendapatkan perhatian khusus melalui dialog intensif, pemetaan masalah belajar, serta pencarian solusi agar potensi drop-out dapat dicegah sedini mungkin. Dalam praktik kekinian, monitoring ini sering dilakukan secara hybrid, memanfaatkan pertemuan tatap muka dan media daring.

Konsultasi Rutin dan Pola Komunikasi yang Adaptif

Konsultasi rutin menjadi ruang interaksi yang menentukan kualitas relasi PA–mahasiswa. PTKIN mendorong dosen PA untuk melaksanakan minimal dua kali pertemuan dalam satu semester, baik secara luring maupun daring, atau tergantung pedoman akademik masing-masing PTKIN. Dalam konteks generasi mahasiswa saat ini, pola komunikasi yang adaptif, dialogis, dan tidak hierarkis menjadi kunci. Dosen PA tidak hanya mendengarkan persoalan akademik, tetapi juga menjadi tempat curhat awal atas masalah non-akademik yang berpotensi mengganggu studi. Suasana yang nyaman dan komunikatif mendorong mahasiswa untuk lebih terbuka, jujur, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri.

Pengarahan Potensi dan Motivasi Belajar Mahasiswa

Interaksi dosen PA juga diarahkan pada pengembangan potensi mahasiswa. Melalui bimbingan akademik, dosen PA memberikan motivasi, informasi peluang akademik dan non-akademik, serta arahan tentang strategi belajar yang efektif sesuai karakter dan kemampuan mahasiswa. Pada fase ini, dosen PA berfungsi sebagai coach akademik, membantu mahasiswa mengenali keunggulan diri, minat keilmuan, serta kemungkinan pengembangan karier di masa depan. Pendekatan ini sejalan dengan semangat PTKIN dalam mencetak lulusan yang unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial.

Interaksi Kepribadian dan Nilai-Nilai Keislaman

Kekhasan PTKIN terletak pada integrasi nilai keislaman dalam setiap peran dosen PA. Interaksi pembimbingan tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi juga mencakup pembinaan akhlak dan kepribadian islami mahasiswa. Dosen PA dituntut menjadi uswah hasanah, menampilkan keteladanan dalam iman, takwa, etika akademik, serta praktik kehidupan islami sehari-hari. Melalui interaksi yang humanis dan bernilai spiritual, mahasiswa tidak hanya dibimbing untuk lulus tepat waktu, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang berkarakter dan berintegritas.

Administrasi, Dokumentasi, dan Akuntabilitas Pembimbingan

Di tengah tuntutan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, interaksi dosen PA juga tercermin dalam aspek administrasi dan pelaporan. Dosen PA bertanggung jawab menandatangani dokumen akademik seperti cuti studi atau pindah studi sesuai ketentuan, serta memastikan seluruh proses bimbingan terdokumentasi dengan baik.
Pada akhir semester, dosen PA menyusun laporan kegiatan pembimbingan akademik kepada Ketua Jurusan atau Program Studi sebagai bentuk pertanggungjawaban profesional. Administrasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya peningkatan mutu layanan akademik di PTKIN.

Sebagai penutup, penting dipahami bahwa interaksi dosen pembimbing akademik di PTKIN menempatkan dosen PA sebagai narasumber akademik, pendamping personal, sekaligus pencegah munculnya masalah yang dapat menghambat studi mahasiswa. Dalam lanskap pendidikan tinggi Islam yang terus berubah, kualitas interaksi PA dan mahasiswa menjadi indikator penting keberhasilan pembinaan akademik dan kepribadian mahasiswa. Interaksi yang intens, adaptif, dan bernilai islami akan memperkuat peran PTKIN sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.