Metro, metrouniv.ac.id – Sebagai upaya menjalankan amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Sistem Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), IAIN Metro melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) bekerjasama dengan Best-Q Institute menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) Audit Mutu Internal (AMI).
Pelaksanaan kegiatan TOT AMI dilaksanakan secara daring menggunakan zoom meeting dan diikuti oleh unsur fakultas, pascasarajana, lembaga, dan unit dari Jum’at (07/10/2022) hingga besok hari (Minggu-09/10/2022). Kegiatan AMI sendiri adalah dalam rangka untuk melakukan evaluasi dalam proses Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan (PPEPP), dimana jika dilakukan rutin dan hasilnya ditindaklanjuti akan menunjukkan area mana pada suatu perguruan tinggi dapat ditingkatkan lebih maju.
Para peserta kegiatan TOT AMI adalah dari tim LPM yang belum memiliki sertifikat sebagai Auditor AMI dan beberapa dosen yang telah diusulkan oleh masing masing fakultas maupun pascasarjana, mulai dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FTIK), Fakultas Syariah (FSy) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Adab dan Dakwah (FUAD), dan Pascasarjana. Ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mengawal mutu di IAIN Metro.

Para trainer dari Best-Q Institut yang hadir pada kegiatan TOT AMI IAIN Metro merupakan auditor professional bersertifikat assessor BAN PT dan IRCA Principal Auditor.
Rektor IAIN Metro Dr. Hj. Siti Nurjanah, M.Ag., PIA yang hadir dan membuka secara resmi kegiatan TOT AMI mengharapkan kegiatan dapat diikuti secara konsisten sebagai upaya peningkatan akreditasi.
“Lembaga Penjaminan Mutu secara salah satu lembaga di IAIN Metro akan mengawal mutu institusi terutama dalam menjadikan Program Studi agar mendapatkan akreditasi unggul. Oleh sebab itu melalui kegiatan TOT Audit Mutu Internal ini dapat meningkatkan kemampuan masing-masing peserta untuk dalam upaya kedepan lebaih baik, jadi seluruh peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan konsisten dan sungguh-sungguh,” tegas rektor.
“Akreditasi adalah sebagai salah satu syarat alih status IAIN menjadi UIN sebagaimana yang telah dilakukan beberapa IAIN di Indonesia, jadi dengan kegiatan ini kontribusi dari para peserta TOT sangat dibutuhkan untuk alih status IAIN Metro menuju UIN,” tutup rektor dilanjutkan dengan membuka secara resmi kegiatan.
Dr. Tusriyanto, M.Pd. selaku sekretaris LPM menyampiakan jawal pelaksanaan kegiatan selama 3 hari tersebut.
“Kegiatan diawali dengan pemberian pre-test, dilanjutkan penjelasan teknis pelaksanaan pelatihan. Peserta diharuskan hadir “full day on cam” secara daring. Penajaman skill audit hari kedua diberikan asupan materi berkaitan dengan kode etik auditor, instrumen APS sebagai kriteria audit, teknis penulisan laporan audit, studi kasus, praktik penulisan temuan audit dan persiapan praktik audit. Hari ketiga peserta melakukan praktik audit, praktik tinjauan manajemen, serta mengikuti post-test,” papar Tusri.
“Peserta wajib mengikuti pelatihan minimal kehadiran 75%. Hasil pre-test dan post-test juga menjadi faktor kelulusan peserta. Peserta yang lulus, pada tahapan berikutnya akan diangkat menjadi Auditor Mutu Internal IAIN Metro dengan Keputusan Rektor. Peserta yang tidak lulus diberikan kesempatan remedial sebanyak satu kali. Apabila masih belum lulus juga, peserta tetap diberikan sertifikat penghargaan telah mengikuti pelatihan namun belum bisa diangkat menjadi Auditor,” sambung sekretaris LPM.
Dedi Irwansyah selaku ketua LPM menyampiakan bahwa kegiatan dilakukan bekerjasama dengan Best-Q Institute.
“Pelatihan Training Of Trainer (TOT) Audit Mutu Internal (AMI) kali ini IAIN Metro menggandeng Best-Q Institute. Hal ini dilakukan dengan tujuan pemahaman dan keterampilan dasar yang dimiliki seorang auditor mutu internal yang kompeten dan professional. Selain itu seluruh peserta wajib mengikuti kegitan secara maksimal untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.” Ucap Dedi. (ss_humas)