BEASISWA INDONESIA BANGKIT ANTARKAN DOSEN IAIN METRO SEBAGAI TERCEPAT-TERBAIK DI PROGRAM DOKTOR UIN AR RANIRY

IMG-20250518-WA0005

Banda Aceh, metrouniv.ac.id – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh akademisi muda Indonesia, Dedi Wahyudi, dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Lampung, mencatat sejarah dalam dunia pendidikan tinggi. Ia meraih gelar doktornya dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.0 pada yudisium Gelombang II Tahun Akademik 2024/2025 di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, (17/5/2025).

Pencapaian ini bukan hanya mencerminkan ketekunan pribadi, tetapi juga menjadi bukti konkret keberhasilan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) – program kolaboratif Kementerian Agama dan LPDP Kementerian Keuangan RI -dalam mencetak talenta unggul yang siap mengabdi dan membawa perubahan.

Dalam acara yudisium yang digelar Sabtu (17/5/2025) di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry dan dihadiri jajaran pimpinan kampus, Dedi tak hanya berdiri sebagai lulusan terbaik, tetapi juga tampil sebagai juru bicara para yudisia. Dalam pidatonya yang menggugah, ia menekankan bahwa pendidikan sejati adalah tentang peran nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar gelar akademik. “Melampaui gelar, menguasai ilmu, menciptakan perubahan,” tegasnya, mengutip pesan gurunya.

Lahir di Kebumen, 3 Januari 1991, Dedi merupakan lulusan tercepat dan terbaik dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada jenjang sarjana dan magister. Di jenjang doktoral, ia menyelesaikan studi hanya dalam enam semester dengan predikat cumlaude menunjukkan konsistensinya sebagai akademisi unggul.

Tak hanya itu, Dedi dikenal aktif dalam kolaborasi akademik lintas daerah bersama para penerima Beasiswa BIB. Bersama mereka, ia melahirkan karya-karya ilmiah yang monumental: buku, modul pembelajaran, hingga publikasi jurnal nasional dan internasional bereputasi Scopus. Beberapa di antaranya bahkan telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Disertasinya yang inovatif di bidang Pendidikan Agama Islam berhasil merancang modul digital berbasis Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 13 Banda Aceh. Modul ini tak sekadar teknologi pembelajaran, tapi jembatan antara nilai-nilai keislaman dan era digital. Penilaian para ahli dan respon dari peserta didik membuktikan bahwa pendekatan ini layak, praktis, dan sangat efektif.

“Pendidikan agama tak boleh ketinggalan zaman,” ujar Dedi. “Dengan pendekatan digital yang tepat, pembelajaran akhlak bisa menyentuh generasi muda secara lebih relevan.”

Perjalanan akademiknya yang penuh dedikasi didampingi dua promotor andal: Prof. Dr. Jamaluddin Idris, M.Ed., dan Misbahul Jannah, M.Pd., Ph.D. Di bawah bimbingan mereka, Dedi menjelma menjadi akademisi produktif yang berkontribusi di berbagai forum ilmiah, baik nasional maupun internasional.

Kini, usai menyelesaikan pendidikan doktoral, Dr. Dedi Wahyudi, M.Pd.I., bersiap kembali ke Metro, Lampung, untuk mengabdikan diri sepenuhnya di IAIN Metro, yang segera bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung. Ia berkomitmen untuk mencetak generasi baru yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter dan relevan dengan tantangan zaman.

(humas)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.