Tulang Bawang Barat, metrouniv.ac.id — Sejumlah 500-an guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tergabung dalam AGPAII menghadiri sarasehan bertema “Sinergi Pendidik Agama Islam yang Profesional dan Berkarakter Berlandaskan 5 Pilar Pendidikan Tulang Bawang”. Kegiatan ini berlangsung di aula SMKN Tulang Bawang Barat dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).

Selain para guru, hadir pula pengurus DPC AGPAII, baik demisioner maupun yang akan dilantik, DPD AGPAII, para pengawas sekolah, perwakilan Kantor Kementerian Agama Tubaba, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba, Ketua DPW AGPAII Provinsi Lampung, serta unsur Korwasda, Korwascam, MKKS SMP, SMA, SMK, dan K3S SD se-Tubaba.

Sarasehan menghadirkan narasumber dari kalangan birokrat dan akademisi. Mewakili Bupati Tubaba, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tubaba, Untung Budiono, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama daerah.
“Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat menempatkan pembangunan SDM sebagai inti pembangunan, khususnya dalam aspek karakter. Pendidikan menjadi ujung tombak, dan AGPAII memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter tersebut, terutama dalam menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sementara itu, dari kalangan akademisi, Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, Akla, menyoroti pentingnya peran guru dalam membentuk karakter peserta didik. Ia menekankan bahwa guru harus terus memperbarui kompetensi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Keilmuan yang tidak diperbarui akan menjadi ‘expired’ dan tidak lagi sesuai dengan kebutuhan zaman. Karena itu, guru perlu terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan lanjutan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Akla juga membuka peluang luas bagi para guru PAI di Tubaba untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) dengan skema biaya terjangkau dan masa studi relatif singkat, yakni dua tahun untuk S2 dan tiga tahun untuk S3.

Tawaran tersebut mendapat respons positif dari Ketua DPW AGPAII Provinsi Lampung, Makhruz Ali, yang menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti melalui kerja sama resmi dalam bentuk nota kesepahaman (MoU).
Jalannya sarasehan dipandu oleh dosen muda UIN Lampung, Muhajir, yang mampu menghidupkan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Kedua pemateri dinilai saling melengkapi dalam memberikan perspektif strategis bagi penguatan peran guru PAI sebagai agen perubahan dalam pembangunan karakter generasi bangsa. ( )