socio
echo
techno
preneurship

MeTROUNIV NEWS

IAIN Metro Lakukan Penyusunan LBKD T.A. 2021/2022 Bagi Dosen

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Metro, metrouniv.ac.id. – Sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan tugas dari dosen.

Dalam upaya mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya dosen diberikan sertifikat pendidik melalui proses sertifikasi sebagai bukti formal pengakuan terhadap dosen yang merupakan tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi. Dosen juga berhak mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. Selain itu, dosen juga berhak memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, akses sumber belajar, informasi, sarana dan prasarana pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan dalam melakukan tugasnya penghasilan untuk pemenuhan kebutuhan dan jaminan kesejahteraan sosial juga merupakan ha katas kinerja yang telah dilakukan. Hal ini tentunya dibutuhkan proses pelaporan bukti kinerja yang telah dilakukan oleh para dosen sebagai pendidik professional pada perguruan tinggi.

Sebagai implementasi pelaksaan pelaporan atas kinerja yang dilakukan oleh dosen di IAIN Metro, sejak tanggal 6 hingga 25 Juli 2022 para dosen IAIN Metro melakukan penyusunan Laporan Beban Kinerja Dosen (LBKD).

Pada Kegiatan penyusunan LBKD bagi Dosen Tahun Akademik 2021/2022 dipimpin langsung oleh kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum.  dan dihadiri secara virtual oleh Rektor IAIN Metro Dr. Hj. Siti Nurjanah, M.Ag. PIA.

Kepala LPM Dedi Irwansyah menyampaikan bahwa kegiatan penyusunan LBK adalah sebagai implentasi atas Undang-undang nomor 14 tahun 2005.

“Implementasi dosen dalam penyusunan LBKD sebagai bukti atas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi ditambah dengan kegiatan penunjang lainnya, disusun dengan mengacu kepada BKD sekurang-kurangnya 12 sks dan sebanyak-banyaknya 16 sks. Ketentuan ini sesuai dengan pasal 72 ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen. Pelaksanaan LBKD Semester Genap 2021/2022,” jelas Dedi.

“Rangkaian kegiatannya telah dilakukan mulai dari persiapan dengan penerbitan keputusan rektor, pembuatan akun bagi dosen baru, pengiriman data dukung LBKD oleh UPPS/Unit/Lembaga, pengimputan data dukung LBKD oleh admin, pindai data dukung dan input berkas LBKD, penilaian tahap I, checking admin, perbaikan LBKD oleh masing-masing dosen, penilaian tahap II oleh asesor dan checking akhir oleh admin, rapat evaluasi hasil penilaian LBKD, penyampian hasil evaluasi LBKD kepada seluruh dosen,” tambah Kepala LPM.

“Hasil akhir pelaksanaan pengisian LBKD selanjutnya dikompilasi dan di laporkan ke institusi sebagai salah satu dasar dalam pembayaran tunjangan Serdos bagi dosen yang telah memiliki sertifikasi,” Tutupnya.

Dr. Tusriyanto, M.Pd. selaku sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menyampaikan kendala yang dialami dalam pelaksanaan penyusunan LBKD.

“Berdasarkan laporan hasil rekapitulasi data LBKD Semester Ganjil 2021/2022, secara keseluruhan berjumlah 245 dosen. Setelah dilakukan penilaian tahap 1 dan 2 hasilnya secara keseluruhan dosen memenuhi Undang-Undang, mesekipun ada beberapa permasalahan dalam antara lain, Asesor belum melakukan penilaian, Dosen tidak memperbaiki LBKD hasil koreksi dari Asesor, hasil pengisian secara online tidak terbaca oleh sistem, dan Dosen sudah memperbaiki tetapi belum sempat dikoreksi oleh asesor, serta nilai tidak mencukupi setelah diakumulasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan penunjang lainnya”, terang Tusri.

“Namun demikian, setelah dikomunikasikan dengan asesor maupun dosen sebagai asesi terkait permasalahan di atas semau dapat diselesaikan dengan baik, misalnya mengingatkan kepada asesor yang belum melakukan penilaian di tahap satu serta memanggil dosen yang belum melengkapi berkas LBKD sesuai masukkan asesor”, sambungnya.

“Selanjutnya, ada berdasarkan rapat evaluasi LBKD dengan asesor dan panitian LBKD ada beberapa masukan dalam pelaksanaan di semester berikutnya, seperti LBKD dibuka setiap waktu agar memudahkan para Asesi input data terkait pendidikan, penelitian dan pengabdian, perlunya penambahan asesor LBKD serta revisi pedoman LBKD” pungkas Tusriyanto. ss_humas)

 

Berita Terkait

ALQURAN DAN SPIRIT KEMERDEKAAN

ALQURAN DAN SPIRIT KEMERDEKAAN Oleh: Imam Mustofa (Dosen Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam)   Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi umat

SSE UM PTKIN IAIN Metro 96,78%

Metro, metrouniv.ac.id – Pelaksanaan ujian Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM PTKIN)  Panitia Lokal

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.