Lampung Timur, metrouniv.ac.id – IAIN Metro kembali melaksananakn program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi para mahasiswa yang telah memenuhi ketentuan. Sebanyak 491 mahasiswa diterjunkan untuk melaksanakan KKN di empat kabupaten yang tersebar di Provinsi Lampung.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, yang bertujuan untuk menerapkan ilmu dan kompetensi yang dimiliki mahasiswa dalam memecahkan beragam persoalan yang ada di masyarakat.
KKN tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di bangku perkuliahan, tetapi juga sebagai ajang untuk berkolaborasi dalam sebuah tim serta berinteraksi secara sosial dengan masyarakat setempat.
Empat kabupaten yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN ini antara lain adalah Lampung Timur, Lampung Tengah, Pesawaran, dan Lampung Selatan. Lampung Timur menjadi fokus pada hari pertama dengan wilayah yang meliputi 10 kecamatan dengan 24 desa. Sedangkan, kegiatan KKN di Lampung Tengah akan dijadwalkan pada hari Selasa (8/05/2024), yang melibatkan 11 desa dari 4 kecamatan. Kabupaten Pesawaran, dengan satu kecamatan yang terbagi dalam dua desa, juga menjadi tujuan bagi sebagian mahasiswa. Sementara itu, di Kabupaten Lampung Selatan, hanya satu desa yang akan menerima kunjungan para peserta KKN.

Secara resmi pada hari ini (Selasa-7/05/2024) para peserta KKN yang berlokasi di wilayah Lampung Timur telah diserahkan kepada masing-masing Camat yang selanjutnya akan didampingi oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk melaksanakan kegiatan di desa sebagai tempat pelaksanaan KKN.

Rektor IAIN Metro, Prof. Dr. Hj. Siti Nurjanah, M.Ag., PIA yang secara resmi menyerahkan para peserta KKN di Kecamatan Pekalongan, mengharapkan agar para peserta KKN dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan berkolaborasi dengan masyarakat.
“KKN merupakan salah satu bentuk implementasi di masyarakat atas ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah. Terus terapkan ilmu yang dimiliki dalam memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Satu hal yang penting yang harus terus dilakukan oleh para peserta KKN adalah menjaga nama baik almamater serta terus melakukan koordinasi yang baik dengan semua pihak terkait dalam melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Prof. Nurjanah.

Prof. Nurjanah juga berharap kegiatan KKN yang dilakukan tidak hanya mengugurkan kewajiban dalam mata kuliah, akan tetapi lebih berdampak untuk belajar hidup bersosial.
“Kegiatan KKN ini tidak hanya sekedar mengugurkan kewajiban untuk memenuhi jumlah SKS mata kuliah, akan tetapi KKN yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi tujuan, dan juga memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa untuk lebih memahami realitas sosial yang ada di lapangan serta menjadi agen perubahan yang konstruktif dalam pembangunan masyarakat,” pungkasnya.

Penyerahan para peserta KKN juga secara serntak dilakukan pada hari yang bersamaan untuk wilayah Lampung Timur oleh panitia dan para DPL. (ss_humas)