Metro, metrouniv.ac.id – Gagasan KKN-Asistensi mengajar FTIK muncul untuk implentasikan konsep kurikulum MBKM Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Dalam rapat Pimpinan hal ini disepakati perlu ada langkah baru dalam modifikasi KKN sesuai amanat kementerian Agama RI.
Ketua Dr. Imam Mustofa, MSI dan sekretaris Ghulam Murtadho, M.Pd LPPM IAIN Metro Lampung melakukan gerak cepat, diawali kordinasi LPPM dan mempersiapkan agenda ini dan melaksanakan survey.
Tim LPPM melakukan kordinasi dan survey ke Kecamatan yang dijadikan sentral kegiatan Asistensi mengajar.
Wakil Rektor Bidang 1 Prof. Dr. Suhairi, MH. Menekankan agar kegiatan ini senantiasa dilakukan dengan serius dan berkordinasi antara pihak FTIK dan LPPM.
Efektivitas dan efesiensi dalam segala hal perlu diperhatikan. Karena agenda ini baru, maka harus lebih optimal persiapannya.
KKN ini secara prinsip tidak berbeda dengan yang sudah dilakukan selama ini, tetapi dilaksanakan bersamaan dengan asistensi mengajar mahasiswa FTIK di Sekolah dan KKN di desa selama kegiatan berlangsung.

Rencana kegiatan akan dilaksanakan selama bulai mei dan dinyatakan selesai 6 Juni 2024. Konsepnya digunakan KKN tetap KKN tematik, artinya membangun desa sesuai potensi desa. Diakhir persiapan ini Kepala PKM- LPPM, sainul menyampaikan, suatu yang baru kalau tidak dimulai kapan lagi, maka motto Siap Kerja sesuai arahan pimpinan.
Hasil dari survey, maka LPPM segera melakukan kordinasi lebih lanjut dengan pihak dinas PTSP, dan Desa/kampung. Menyiapkan berkas administrasi terkait dan lainnya seperti Dosen Pedamping KKN.
LPPM-IAIN Metro