Jakarta, metrouniv.ac.id. – Tranformasi digital merupakan salah program prioritas pada Kementerian Agama dari tujuh kebijakan prioritas yang diusung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Tujuh program prioritas kebijakan Gusmen (Gus Menteri) pada Kementerian Agama adalah penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, kemandirian pesantren, international islamic cyber university, religiousity index, dan tahun kerukunan umat beragama (toleransi 2022).
Transformasi digital merupakan keniscayaan, di mana seluruh lini kehidupan ditopang oleh teknologi informasi. Berbagai pelayanan telah dilakukan oleh Kementerian Agama melalui digitalisasi yang berdampak kepada efektifitas dan efisiensi dalam pemberian layanan kepada masyarakat.
Berbagai sistem digital pada sistem informasi akademik di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) telah dilakukan penjajakan yang selanjutya akan dilakukan integrasi yang dibahas oleh para pimpinan PTKIN di Jakarta.
Kegiatan dalam rangka integrasi system informasi akademik PTKN tersebut yang dilakukan dengan kegiatan Persiapan Integrasi Sistem Informasi Akademik Pada PTKN di Kementerian Agama pada 30 Oktober hingga 3 November 2023 Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta.
Rektor IAIN Metro, Prof. Dr. Hj. Siti Nurjanah, M.Ag. PIA. didampingi oleh Wakil Rektor 2 (Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan), Dr. Hj. Akla, M.Pd. dan Kepala Unit TIPD (Teknologi Informasi dan Pangkalan Data) Haris Setiaji, M.T.I.CISDE., CISDV., CITA., MOS turut hadir sebagai bentuk komitmen dan konsistensi mendukung seluruh program Kementerian Agama khususnya dalam transformasi digital.
Pada pembukaan acara tersebut dihadiri oleh Sekjend Kemenag RI Prof. Dr.H. Nizar Ali, M.Ag, Kepala Biro HDI (Humas, Data dan Informasi) Akhmad Fauzi, S.Ag., M.Si., Staff Khusus Menag Bidang Media dan Komunikasi Publik wibowo prasetyo, para Rektor dan Wakil Rektor PTKN serta Pranata Komputer PTKN.
Pada pembukaan kegiatan tersebut, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag. menegaskan bahwa kompleksitas aplikasi sistem informasi akademik harus diintegrasikan.
“Banyaknya aplikasi justru mempersulit dalam mengawal dan memonitoring data-data yang ada di perguruan tinggi,” ujarnya.

sumber foto : https://kemenag.go.id
“Saya rasa kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh model aplikasi yang sesuai kebutuhan. Dengan catatan, bisa masuk dan terintegrasi dengan Pusaka Superapss. Perlu dilakukan penilaian objektif dengan mendatangkan ahli, sehingga nanti pengembangannya bisa sesuai rekomendasi para Ahli,” sambung Sekjen.
Nizar Ali juga menyampaikan 5 tujuan integrasi aplikasi system informasi akademik pada PTKN.
- Peningkatan pelayanan publik melalui transformasi digital. Pelayanan yang efektif dan efisien untuk kepuasan masyarakat.
- Keamanan data digunakan untuk proteksi pada data yang dimiliki memastikan keamanan dan privasi mahasiswa.
- Peningkatan efisiensi pada proses administrasi untuk menghemat waktu.
- Komitmen pimpinan sangat di butuhkan dalam transformasi digital agar terarah.
- Kerjasama antar unit kerja Kemenag dan instansi untuk mencapai tujuan.
Sementara Nurjanah (Rektor IAIN Metro), mengungkapkan kegiatan ini merupakan sinergi PTKN dalam komitmen integrasi digital.
“Sinergi yang kuat antara PTKN dengan Kemenag dalam digitalisasi harus terus dijalankan, mengingat perkembangan dunia digital yang terus meningkat harus terus dikawal dan dilakukan pengembangan. IAIN Metro sebagai bagian dari PTKN berkomitmen untuk terus mengembangkan seluruh pelayanan kampus dengan sistem digitalisasi, serta sebagaio bentuk sinergi IAIN Metro berkomitmen untuk melakukan integrasi system yang sedang diprogramkan oleh Kemenag sebagai upaya efektifitas dan efisiensi dalam pelalayan,” tutur Nurjanah.
Untuk menunjang kegiatan, Kemenag menggandeng KemenPANRB, Kemenkominfo, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara).
Melalui kegiatan ini, selain pelayanan yang semakin transformatif menuju digitalisasi, juga layanan mudah, nyaman, murah dan cepat dengan layanan berbasis Citizen Centric.
Hal ini sesuai dengan kondisi digital Indonesia yang menyentuh angka 77% yang memiliki internet dan rata rata aktivitas tujuh jam per hari. Ini membuktikan bahwa teknologi dan informasi tak lepas dari semua sektor tak terkecuali dunia pendidikan.
Selanjutnya, Forum Rektor akan menindaklanjuti dengan mendiskusikan rencana revitalisasi kepengurusan dan program program kampus yang sejalan dengan isu isu strategis baik dari segi pelayanan, pengembangan hingga transformasi digital. (contributor : ww, Editor :ss_humas)