Metro, metrouniv.ac.id – Apel pagi rutin awal pekan Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung kembali dilaksanakan di halaman Kampus I pada Senin (5/10/2026). Pada kesempatan tersebut, Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, bertindak sebagai pembina apel, sementara tim Perpustakaan UIN Jusila dipercaya sebagai petugas apel.
Apel diikuti oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung, mulai dari unsur pimpinan universitas, para wakil rektor, kepala biro, dekan fakultas, ketua lembaga, kepala bagian, dosen, hingga tenaga kependidikan.
Mengawali amanatnya, Prof. Ida Umami mengajak seluruh peserta apel untuk memanjatkan doa bagi keluarga besar UIN Jurai Siwo Lampung yang sedang mengalami sakit agar segera diberikan kesembuhan. Selain itu, ia juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan orang tua para ASN yang telah wafat dengan bersama-sama membaca Surah Al-Fatihah.
Dalam amanatnya, Rektor mengingatkan kembali makna peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang baru saja diperingati pada 1 Okteber sebagai momentum penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pendahulu harus menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika dalam menjalankan tugas dan pengabdian.
Prof. Ida kemudian mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan filosofi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara yang hingga kini tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkungan kerja.
“Ing Ngarso Sung Tulodo mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan. Setiap dari kita pada hakikatnya adalah pemimpin, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan kerja,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan tanggung jawab kepemimpinan sebagaimana pesan dalam Al-Qur’an, Surah At-Tahrim ayat 6, ‘Yaa ayyuhalladziina aamanuu quu anfusakum wa ahliikum naaraa’, yang mengandung makna kewajiban menjaga diri dan keluarga dari hal-hal yang dapat membawa kepada keburukan.
“Bagaimana kita dapat memimpin orang lain apabila belum mampu menjaga diri dan keluarga kita sendiri. Karena itu, kepemimpinan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Ida menjelaskan filosofi Ing Madya Mangun Karso, yakni ketika berada di tengah-tengah komunitas dan organisasi, setiap individu harus mampu membangun semangat, menjaga kebersamaan, memperkuat hubungan kerja, serta berkolaborasi untuk mencapai hasil terbaik.
Sementara itu, filosofi Tut Wuri Handayani mengandung makna bahwa ketika berada di belakang, seseorang tetap memiliki peran penting untuk memberikan dukungan, motivasi, dan semangat demi tercapainya tujuan bersama.
“Keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh pemimpin di garis depan, tetapi juga oleh seluruh elemen yang memberikan dukungan dan bekerja sama dalam mewujudkan visi serta program universitas,” katanya.
Rektor berharap seluruh ASN UIN Jurai Siwo Lampung dapat terus memperkuat nilai-nilai kepemimpinan, keteladanan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa serta masyarakat.