Tentukan Arah Kiblat Mushola Di Batanghari, Wujud Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Dosen IAIN Metro

bg dashboard HD

Lampung Timur, metrouniv.ac.id – Perguruan tinggi mempunyai kewajiban untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 3 point Tri Dharma yang wajib dilaksanakan oleh suatu perguruan tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Dalam upaya mewujudkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut IAIN Metro terus melakukan aktivitas pendidikan dan pengajaran yang saat ini keseluruhan dilakukan secara tatap muka,  pelaksanaan penelitian dan pengambangan juga terus dilakukan oleh seluruh sivitas akademika IAIN Metro mulai dari unsur dosen, mahasiswa dan jabatan fungsional lainnya sebagai tenaga administrasi atau struktural, serta pengabdian kepada masyarakat baik yang terprogram secara rutin maupun pengabdian kepada masyarakat lainnya oleh sivitas akademika.

Salah satu Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademika IAIN Metro sesuai bidang keilmuan yang dimiliki beberapa waktu lalu dilakukan oleh dosen Ilmu Falak Fakultas Syari’ah IAIN Metro di lingkungan kampus IAIN Metro. Wujud pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Drs. A. Jamil, M.Sy. selaku dosen Ilmu Falak Fakultas Syari’ah IAIN Metro adalah turut berperan dalam pembangunan kembali Musholla Baiturrrahman yang terletak di Desa Banjarrejo Kecamatan Batanghari Lampuing Timur.

Kontribusi Dosen Ilmu Falak IAIN Metro pada proses pembangunan musholla tersebut adalah melakukan proses penentuan arah kiblat. Proses pengukuran dan penentuan arah kiblat yang dilakukan dengan menggunakan peralatan teodolit, dan disaksikan oleh takmir dan panitia pembangunan Musholla Baiturrahman serta masyarakat yang sedang melakukan pembongkaran bangunan mushola eksisting pada Minggu yang lalu (02/10/2022).

Dosen Ilmu Falak Fakultas Syari’ah IAIN Metro Drs. A. Jamil, M. Sy. Menyampiakan posisi arah kiblat untuk musholla.

“Pengukuran arah kiblat Musholla yang dilakukan menggunakan teodolit dengan posisi arah kiblat 64 derajat, 49 menit, 20 detik (64°49’20”) utara arah barat, sedangkan azimuth kiblat 295 derajat, 10 menit, 40 detik (295°10’40”), dimana posisi letak geografis mushola berada pada posisi Lintang minus 5 derajat, 7 menit, 11 detik (-5°07’11”), dan Bujur 105 derajat, 19 menit, 55 menit (105°19’55”),” jelas Jamil selaku Dosen Ilmu Falak.

Salah satu takmir Musholla Baiturrahman, Drs. Mulyana menyampaikan ucapan terimakasih telah dilakukan pengukuran arah kiblat yang sesuai dengan ketentuan.

Alhamdulillah proses pembangunan Mushola Baitturahman telah dapat dilakukan dan penentuan arah kiblat juga telah dilakukan oleh orang yang kompeten sehingga kami tidak lagi ragu untuk melakukan ibadah sholat dengan posisi arah kiblat yang telah sesuai. Atas nama takmir Musholla dan panitia pembangunan kami ucapkan terimaksih atas kerjasama yang telah dilakukan oleh pak Jamil selaku tim ahli pengukuran penentuan arah kiblat yang merupakan Dosen di IAIN Metro” terang Mulyana. (ss_humas)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.