Metro, metrouniv.ac.id. – Dalam gemerlapnya perhelatan demokrasi, kita semua dipanggil untuk menggalang semangat kedamaian pada proses pemilihan umum. Saat bangsa Indonesia memasuki masa-masa persiapan menuju pesta demokrasi, ada satu panggilan yang harus ditegakkan oleh setiap warga negara: mewujudkan pemilu yang damai.
Dalam kesempatan wawancara bersama tim media, Selasa (13/2) di Metro, Prof. Dr. Siti Nurjanah M.Ag mengelaborasi bahwa pemilu yang damai bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan lancar dan hasil yang sah serta sahih.
“Ketika suasana penuh dengan ketegangan dan retorika yang memecah belah, saat itulah stabilitas politik dan keamanan sosial menjadi taruhannya. Oleh karena itu, mewujudkan pemilu yang damai adalah fondasi utama bagi kemajuan bangsa”, kata Siti Nurjanah.
Prof. Siti Nurjanah menegaskan bahwa tantangan untuk mewujudkan pemilu damai tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Setiap individu memiliki peran penting dalam membangun kedamaian bersama.
Menurutnya dari tataran keluarga, masyarakat, hingga tingkat nasional, kita semua dapat berkontribusi dengan cara menyebarkan pesan-pesan perdamaian, menghormati perbedaan pendapat, dan menolak provokasi yang dapat memicu konflik.
“Sambutlah perhelatan kepemimpinan dengan hati yang gembira dan semangat yang positif. Jangan biarkan perbedaan pendapat atau preferensi politik menghalangi kita untuk tetap menjaga suasana yang damai dan penuh kegembiraan. Justru, dalam perbedaan itulah kita dapat memperkaya diskusi, membangun pemahaman yang lebih dalam, dan memperkuat persatuan sebagai bangsa,” ujar Siti Nurjanah.
Bagi Prof Siti Nurjanah, melalui pemilu yang damai, kita tidak hanya menentukan arah kepemimpinan negara, tetapi juga membentuk masa depan bersama yang lebih baik. Dengan memelihara kerukunan dan toleransi, kita membuka jalan bagi pembangunan yang berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan, dan penegakan keadilan bagi semua warga. (Tim – Humas)