Jakarta, metrouniv.ac.id – Upaya memperkuat promosi penerimaan mahasiswa baru sekaligus mempercepat internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menjadi fokus utama dalam kegiatan Evaluasi Promosi SPAN PTKIN dan Konsolidasi UM PTKIN 2026 yang berlangsung di Grand Platinum Hotel, 12–13 Mei 2026.

Forum nasional ini mempertemukan para pengelola admisi dan humas dari 58 PTKIN se-Indonesia dalam satu ruang konsolidasi strategis guna menyatukan langkah menghadapi dinamika persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif dan global. Kegiatan juga dihadiri forum rektor PTKIN Se- Indonesia di sela-sela kegiatan monev BAN PT ke LAMGAMA, termasuk di dalamnya rektor UIN Jurai Siwo Lampung Prof. Ida Umami yang menunjukkan urgentnya kegiatan ini.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI. Dalam arahannya, Guru Besar bidang Ulumul Quran itu menegaskan bahwa seluruh PTKIN harus bergerak lebih progresif dalam memperkuat promosi dan membangun citra institusi yang unggul di tengah perubahan lanskap pendidikan tinggi.

Prof. Sahiron mengungkapkan, masa pendaftaran jalur UM PTKIN 2026 masih menyisakan 18 hari. Hingga saat ini, jumlah pendaftar tercatat sekitar 58 ribu peserta, sementara target nasional yang ditetapkan mencapai 80.639 pendaftar.
Menurutnya, capaian tersebut masih membutuhkan kerja keras seluruh unsur PTKIN, khususnya tim admisi dan humas, agar momentum penerimaan mahasiswa baru dapat dimaksimalkan secara optimal.
“Waktu yang tersisa harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Promosi tidak bisa lagi dilakukan secara biasa. Dibutuhkan strategi yang kreatif, kolaboratif, dan mampu menjangkau calon mahasiswa secara lebih luas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penguatan promosi PTKIN bukan sekadar agenda institusional, melainkan bagian dari upaya besar memperkuat eksistensi pendidikan tinggi keagamaan Islam di tingkat nasional maupun global.
Dalam kesempatan itu, Prof. Sahiron juga menyoroti peluang strategis melalui Indonesia Global Talent Service, lembaga penyedia beasiswa bagi mahasiswa asing yang melanjutkan studi di Indonesia. Selama ini program tersebut lebih banyak diarahkan untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) umum. Namun, Kementerian Agama tengah mengajukan agar seluruh PTKIN turut memperoleh akses penyaluran program beasiswa internasional tersebut.
Ia menilai PTKIN memiliki kapasitas akademik, tradisi keilmuan, dan kekuatan moderasi beragama yang layak ditawarkan kepada dunia internasional.
“Kalau nanti disetujui, maka setiap PTKIN perlu menyiapkan video promosi institusi yang kuat dan representatif untuk mendukung branding internasional,” katanya.
Sorotan lain yang mengemuka dalam forum tersebut ialah tantangan pemerintah kepada perguruan tinggi di Indonesia untuk mampu menerima hingga 100 ribu mahasiswa asing. Sementara itu, jumlah mahasiswa asing di lingkungan PTKIN saat ini baru berkisar 1.200 orang.
Karena itu, Prof. Sahiron mendorong agar jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Mandiri mulai memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa internasional sebagai langkah konkret menuju kampus PTKIN yang lebih terbuka dan berdaya saing global.
Selain penguatan promosi mahasiswa baru, Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama juga tengah menyiapkan sejumlah program pengembangan kapasitas akademik dosen PTKIN. Program tersebut meliputi penguatan kemampuan bahasa asing bagi dosen yang akan melanjutkan studi doktoral (S3), penguatan metodologi penelitian, serta pengembangan wawasan akademik yang berkelanjutan.
Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam menjaga sustainability pengembangan PTKIN di masa depan.
Tak hanya itu, Kementerian Agama juga merancang program visiting professor bagi dosen PTKIN untuk mengajar di perguruan tinggi luar negeri selama enam bulan dengan pembiayaan penuh dari pemerintah pusat.
Program ini diharapkan tidak hanya memperluas jejaring akademik internasional, tetapi juga memperkuat pengakuan dunia terhadap kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam Indonesia.
Usai pengarahan Direktur Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, kegiatan Evaluasi Promosi SPAN PTKIN dan Konsolidasi UM PTKIN 2026 resmi dibuka dan dilanjutkan dengan agenda evaluasi strategi promosi, penguatan komunikasi publik, serta konsolidasi pelaksanaan seleksi nasional PTKIN tahun 2026. ( )