Bandar Lampung, metrouniv.ac.id – Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIN Jurai Siwo Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Gusti Maharani berhasil meraih predikat Juara Terbaik III dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung. Prestasi ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa TBI dalam bidang kebahasaan, komunikasi, dan pengembangan literasi di kalangan generasi muda.

Ajang Duta Bahasa Provinsi Lampung merupakan kompetisi bergengsi yang mempertemukan para pemuda-pemudi terbaik dari berbagai daerah di Lampung untuk menjadi agen penguatan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, pelestarian bahasa daerah, serta penguasaan bahasa asing. Dalam kompetisi tersebut, Gusti Maharani menunjukkan kemampuan unggul dalam public speaking, wawasan kebahasaan, kepemimpinan, dan advokasi literasi sehingga berhasil masuk jajaran pemenang terbaik.
Acara puncak penganugerahan Duta Bahasa Provinsi Lampung dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Balai Keratun, Komplek Gubernuran Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para finalis, dewan juri, tamu undangan, serta berbagai perwakilan instansi pendidikan dan kebahasaan di Provinsi Lampung.

Capaian ini disambut bangga oleh sivitas akademika Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIN Jurai Siwo Lampung. Prestasi Gusti Maharani diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik, serta aktif berkontribusi dalam penguatan budaya literasi dan kebahasaan di masyarakat.
Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan oleh Gusti Maharani selama mengikuti rangkaian seleksi dan pembinaan. Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari komitmen Prodi TBI dalam mencetak generasi muda yang unggul, kompetitif, dan mampu berkiprah di tingkat regional maupun nasional.
Dengan raihan Juara Terbaik III Duta Bahasa Provinsi Lampung, Gusti Maharani diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta meningkatkan kemampuan berbahasa asing sebagai bekal menghadapi era globalisasi.
Kontributor : Deniatur