Metro, metrouniv.ac.id — Asesmen Lapangan Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Jurai Siwo Lampungoleh Lamemba tidak hanya menjadi tahapan evaluasi akreditasi, tetapi juga menghadirkan peta jalan penguatan tata kelola akademik menuju perguruan tinggi yang semakin adaptif, unggul, dan berdaya saing. Memasuki hari kedua sekaligus penutupan asesmen pada Jumat (17/7) di Ruang Pertemuan Perpustakaan Bait Al Hikmah yang dihadiri segenap pimpinan dan pihak-pihak terkait , kedua asesor menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis yang diharapkan menjadi fondasi transformasi kelembagaan UIN Jurai Siwo Lampung.

Asesor I, Prof. Dr. Amir Machmud yang mendapat kesempatan bicara pertama, menekankan bahwa pengembangan kurikulum Magister Ekonomi Syariah masih memiliki ruang untuk memperkuat karakter keilmuan Islam sebagai identitas utama program studi. Menurutnya, diferensiasi tersebut penting agar kurikulum tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mencerminkan kekhasan institusi berbasis keislaman.
Selain aspek akademik, Prof. Amir juga memberikan perhatian pada pengelolaan sarana dan prasarana pembelajaran. Ia menilai pemeliharaan fasilitas perlu menjadi bagian dari budaya mutu institusi, termasuk penataan fungsi ruang agar lebih efektif, fungsional, serta memperhatikan aspek estetika lingkungan kampus.
“Pasca asesmen ini dapat menjadi gerbang bagi UIN Jurai Siwo Lampung untuk melakukan lompatan perbaikan. Saya tidak ingin setelah kunjungan ini tidak ada perubahan. Yang terpenting adalah adanya peningkatan nyata menuju kondisi yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap langkah pembenahan harus tetap berpijak pada integritas kelembagaan serta visi besar UIN Jurai Siwo Lampung sebagai perguruan tinggi Islam negeri.

Sementara itu, Asesor II, Dr. Raden Lukman F., M.Ag, menyoroti pentingnya konsistensi dalam mengimplementasikan visi universitas “Keren Sosio-Eco-Techno-preneurship” hingga ke tingkat fakultas dan program studi. Menurutnya, visi tersebut harus diterjemahkan secara operasional melalui orientasi keilmuan, pengembangan kurikulum, riset, maupun pengabdian masyarakat yang tetap berada dalam koridor nilai-nilai keislaman.
Ia juga mencermati tantangan sumber daya manusia, terutama rasio dosen dan tenaga kependidikan terhadap jumlah mahasiswa yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Persoalan tersebut, menurutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan universitas, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh sivitas akademika.

Lebih lanjut, Dr. Raden Lukman menegaskan bahwa transformasi kelembagaan hanya dapat diwujudkan melalui kerja kolektif.
“Tidak ada Superman, yang ada adalah super tim. Karena itu, seluruh elemen harus bergerak bersama membangun kualitas institusi,” ungkapnya.
Ia juga mendorong pengelolaan laman resmi universitas secara konsisten sebagai wajah institusi di ruang digital. Website, menurutnya, bukan sekadar media informasi, melainkan instrumen strategis untuk membangun reputasi akademik dan menarik kepercayaan publik.

Menanggapi berbagai rekomendasi tersebut, Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons., menyampaikan apresiasi atas masukan konstruktif yang diberikan para asesor. Ia mengakui bahwa dinamika tata kelola masih dipengaruhi oleh implementasi organisasi dan tata kerja (Ortaker) baru yang efektif berjalan sejak Oktober sehingga masih terdapat sejumlah penyesuaian dalam sistem kelembagaan.
Rektor juga menjelaskan bahwa proses migrasi data dan penguatan website institusi tengah berlangsung sebagai bagian dari upaya modernisasi tata kelola informasi dan layanan akademik.

“Kami menyadari masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan. Seluruh rekomendasi yang disampaikan asesor akan menjadi bahan evaluasi sekaligus komitmen kami untuk ditindaklanjuti secara bertahap dan berkelanjutan,” tegasnya.

Rangkaian asesmen kemudian ditutup dengan penyerahan berita acara hasil asesmen lapangan antara tim asesor dan pihak universitas. Penutupan tersebut menandai berakhirnya proses evaluasi sekaligus menjadi momentum awal bagi UIN Jurai Siwo Lampung untuk memperkuat budaya mutu, mempercepat pembenahan tata kelola, serta mengakselerasi pencapaian visi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. ( )