Lampung Timur – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Jurai Siwo Lampung, Aria, memberikan materi pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026, Minggu (30/8/2026). Materi tersebut mengangkat tema “Peta Jalan Kepemimpinan: Menavigasi Ekosistem Ormawa UIN Jurai Siwo Lampung”.
Dalam pemaparannya, Warek III menekankan bahwa kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga membutuhkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan berbagai keterampilan sosial. Menurutnya, ilmu merupakan kompas, sedangkan soft skill merupakan layar yang membantu mahasiswa menentukan arah sekaligus bergerak mencapai tujuan.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak cukup hanya diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan membangun harmoni antara dimensi keilmuan dan dimensi sosial serta soft skill. Karena itu, mahasiswa didorong untuk aktif mengembangkan potensi melalui kegiatan kemahasiswaan dan organisasi.
Dalam materi tersebut juga diperkenalkan visi Socio-Eco-Techno-Preneurship sebagai arah pengembangan mahasiswa. Visi ini mencakup kemampuan learning how to think atau bernalar kritis, learning how to do dengan benar, learning how to be atau menjadi diri sendiri, serta learning how to live together dengan mengedepankan sikap berkebhinekaan dan kemampuan hidup bersama.
Beliau juga memperkenalkan peta ekosistem organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung. Ekosistem tersebut terdiri atas beberapa tingkatan, mulai dari HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) dan KSM (Kelompok Studi Mahasiswa) pada tingkat program studi/fakultas, kemudian SEMA-F dan DEMA-F pada tingkat fakultas, hingga SEMA-U, DEMA-U, UKM, dan UKK pada tingkat universitas.
“Bakat adalah potensi; organisasi adalah ruang tempat potensi dilatih hingga menjadi kompetensi,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam materi tersebut. Melalui organisasi, mahasiswa diharapkan tidak hanya menemukan wadah untuk menyalurkan minat dan bakat, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam bekerja sama, memimpin, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, serta bertanggung jawab.
Di akhir pemaparannya, Wakil Rektor III mengingatkan bahwa kampus adalah kendaraan, organisasi adalah kendaraannya, nilai adalah kompasnya, sedangkan mahasiswa merupakan pengemudinya. Karena itu, mahasiswa perlu menentukan arah perjalanan dengan baik, memanfaatkan berbagai ruang pembelajaran yang tersedia, serta menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum untuk mengembangkan diri secara utuh.