Kuala Lumpur, Malaysia, metrouniv.ac.id – Sebanyak 12 orang dosen IAIN Metro dari berbagai bidang Ilmu hadir sebagai deligasi pada ajang 3rd COSTEL 2024 (The Intarnational Confrence on Sustaibility in Technological, Environmental, Law, Management, Social and Economic Matters) pada Kamis (13/06/2024) yang berlangsung di Gedung pertemuan Word Trade Center Kula Lumpur (WTCKL).
Para delegasi yang hadir mengikuti rangakian seminar internasional tersebut dipimpin langsung oleh Rektor IAIN Metro, Prof. Siti Nurjanah merupakan dosen dari berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang diwakili oleh Aria Septi Anggaira, Uswatun Hasanah dan Ghulam Murtadlo. Untuk Fakultas Syari’ah diwakili oleh Nety Hermawati Selaku Wakil Dekan 2 Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Sainul yang menjabat sebagai Kepala Pusat Pengabdian pad Masyarakat, dan Siti Zulaikha serta Nency Dela Oktora selaku dosen pada Fakultas tersebut. Sedangkan dari Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) diwakili oleh Muhammad Ryan Fahlevi merupakan Ketua Prodi Ekonomi Perbankan Syari’ah dan Muhammad Mujib Baidhowi yang menjabat sebagai Ketua Hala Center. Sementara untuk Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) diwakili oleh Aguswan Kh. Umam selaku Dekan bersama Walfajri selaku Kaprodi Bahasa dan Sastra Arab.
Rombongan IAIN Metro tersebut disambut langsung oleh Prof. Datuk Sr., Mohaizi Mohamad sebagai President University of Geomatika Malaysia (UGM) dan Daro’ Irmohizam Ibrahim sebagai Pro-Chanselor 1 UGM.
Pada kesempatan tersebut, Rektor IAIN Metro, Prof. Siti Nurjanah diberikan waktu sebagai presenter untuk melakukan presentasi ilmiah. Suatu hal yang luar biasa, dari delapan presenter Prof. Nurjanah satu-satunya narasumber perempuan

Prof Nurjanah memaparkan materi tentang “Children’s Fiqh: Measuring the Fulfillment of Children’s Rights in the Family“, adalah adalah persoalan yang jauh dari nilai moral, nilai universal dan nilai religius. Dengan santai Prof. Nurjanah Mengurai hal tersebut di depan para pakar dari berbagai perguruan tinggi dari berbagai negara.
Tidak mebuang waktu, Prof. Datuk Sr. Dr. Mohaizi Mohamad, President UGM yang juga sebagai presenter merangkap tuan rumah, merespon pemaparannya. Beliau menyampaikan bahwa materi yang disampikan sangat menarik, dan memberikan pertanyaan upaya mewujudkan moderasi beragama yang sudah dilakukan di Indonesia sambil tersenyum.
Suasana seminar tampak serius walau sesekali diselingi canda gurau. Prof. Siti Nurjanah menjelaskan upaya yang sudah dilakukan adalah di kampus UIN dan IAIN serta STAIN membuat kebijakan membuat pusat kajian moderasi, merangkul pemerintah daerah untuk membuat regulasi, dan sosialisasi kepada masyarakat.
Sementara yang menjadi presenter lainnya yaitu. Pro. Dato’ Sri. Dr. Azimuddin, Prof. K. Saminathan, assoc. Prof. Mami ul Islam, Abaidullah Mustaffa, Prof. Martin Roestamy, Andi Bahri S, dan Prof. Irawan.
Seminar yang berlangsung selama satu hari penuh dengan Audiens pada acara International Confrence merupakan para dosen baik Magister, Doktor serta Profesor dan sejumlah mahasiswa.
Dalam forum dengan santun Prof. Nurjanah menyampaikan terimakasih telah diundang dan diberi ruang untuk menjadi presenter di panggung internasional dan permohonan maaf.
kontributor : Sainul
Editor : ss_humas