Metro, metrouniv.ac.id – UIN Jurai Siwo Metro menggelar Rapat Koordinasi Penentuan Kelulusan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Mandiri Tahap II sekaligus penetapan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi calon mahasiswa baru, Senin (21/7), di Ruang Rapat Pimpinan Kampus I. Forum tersebut menjadi bagian penting dari upaya memastikan proses penerimaan mahasiswa baru berlangsung secara objektif, akuntabel, dan tetap mengedepankan prinsip keadilan akses terhadap pendidikan tinggi.

Rapat dipimpin langsung oleh Rektor UIN Jurai Siwo Metro, Prof. Ida Umami, serta dihadiri Wakil Rektor I dan II, Kepala Bagian dan Kepala Subbagian Rektorat, Tim Akademik, Tim Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD), Tim Humas, unsur keuangan, serta panitia PMB.
Ketua Pelaksana UM Mandiri, Dr. Aria Septi Anggaira, melaporkan bahwa seleksi Jalur Mandiri Tahap II diikuti oleh 50 peserta dari total 64 pendaftar. Sebanyak 14 calon mahasiswa tidak mengikuti ujian karena berbagai kendala. Menurutnya, kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi panitia agar efektivitas penyelenggaraan seleksi pada gelombang berikutnya semakin meningkat.

Selain mengevaluasi pelaksanaan seleksi, rapat juga membahas perkembangan registrasi mahasiswa baru, khususnya peserta yang telah dinyatakan lulus melalui jalur UM-PTKIN namun belum menyelesaikan registrasi UKT. Panitia mengusulkan agar batas waktu registrasi dapat dipertimbangkan untuk diperpanjang guna memberikan ruang bagi calon mahasiswa menyelesaikan kewajiban administrasi tanpa mengurangi ketertiban pelaksanaan PMB.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian serius adalah kondisi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang menghadapi kesulitan melakukan daftar ulang, meskipun diproyeksikan akan menerima bantuan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Persoalan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah-langkah yang tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi sekaligus keberpihakan terhadap akses pendidikan bagi masyarakat.

Sejalan dengan komitmen tersebut, penetapan besaran UKT dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi calon mahasiswa. UIN Jurai Siwo Metro menegaskan bahwa kebijakan UKT tidak diarahkan untuk membebani mahasiswa, melainkan menjaga keterjangkauan biaya pendidikan sehingga kesempatan memperoleh pendidikan tinggi tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam arahannya, Rektor UIN Jurai Siwo Metro, Prof. Ida Umami, menekankan bahwa keberhasilan penerimaan mahasiswa baru merupakan tanggung jawab kolektif seluruh sivitas akademika. Oleh karena itu, setiap unit kerja dan fakultas didorong untuk mengoptimalkan perannya dalam memperluas jangkauan sosialisasi serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan UIN Jurai Siwo Metro.
Rektor menargetkan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik ini mencapai sekitar 1.000 mahasiswa, atau setidaknya melampaui capaian tahun sebelumnya. Target tersebut, menurutnya, bukan semata-mata persoalan kuantitas, tetapi juga bagian dari ikhtiar memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi keagamaan yang berkualitas.
Seluruh aktivitas promosi dan ekspansi rekrutmen mahasiswa juga diminta terdokumentasi secara sistematis sebagai bagian dari akuntabilitas kinerja institusi sekaligus bahan evaluasi untuk penyempurnaan strategi penerimaan mahasiswa baru. Rangkaian PMB dijadwalkan berlangsung hingga 10 Agustus, sehingga seluruh unsur yang terlibat diharapkan memanfaatkan waktu yang tersedia secara optimal.

Menutup rapat, Rektor mengajak seluruh panitia menjaga integritas, semangat pelayanan, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah. Ia menegaskan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan tidak hanya diukur dari capaian target institusi, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian yang pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, seluruh 50 peserta yang mengikuti Tes PMB Jalur Mandiri Tahap II dinyatakan lulus, selanjutnya ditetapkan besaran UKT masing-masing sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Keputusan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para calon mahasiswa untuk bergabung sebagai bagian dari sivitas akademika UIN Jurai Siwo Metro dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdaya saing. ( )