Hari Ketiga SeIBa Internasional Festival, Kontingen UIN Jusila Tampil Memukau

Screenshot

Padang– Hari ketiga SeIBa International Festival 2026 di UIN Imam Bonjol Padang, Kamis (9/7), menjadi panggung bagi mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) untuk menunjukkan kemampuan di bidang seni dan budaya. Sejumlah cabang yang dipertunjukkan pada hari ketiga meliputi film pendek, monolog, dan pencak silat yang berlangsung di beberapa gedung berbeda di lingkungan kampus UIN IB Padang.

Kontingen UIN Jurai Siwo Lampung hadir membawa karya yang tidak hanya mengedepankan kreativitas, tetapi juga mengangkat persoalan sosial melalui seni pertunjukan. Di tengah persaingan antarkampus, para delegasi berupaya menunjukkan bahwa seni bukan sekadar hiburan, melainkan media untuk menyampaikan kritik dan membangun kesadaran masyarakat.

Pada cabang monolog yang digelar di Aula Gedung J, perhatian penonton tertuju pada penampilan Sagita Enjellina, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sekaligus perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Mahasiswa Pecinta Seni (IMPAS).

Sagita membawakan monolog berjudul “Perempuan di Titik Nol”, adaptasi dari novel karya Nawal El Sa’adawi. Ia memerankan tokoh Firdaus, seorang perempuan yang menjalani kehidupan sebagai pekerja tak layak akibat berbagai bentuk kekerasan dan ketidakadilan yang dialaminya. Melalui penghayatan yang kuat, Sagita menggambarkan bagaimana Firdaus akhirnya memilih menghadapi hukuman mati sebagai bentuk perlawanan terakhir atas hidup yang selama ini menindasnya.

Di cabang pencak silat yang berlangsung di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) lantai 4, Dea Arini Nafiah mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus anggota UKM Ikatan Mahasiswa Pecinta Olahraga (IMPOR), tampil sebagai wakil UIN Jurai Siwo Lampung pada kategori seni tunggal putri. Dea mendapat nomor urut pertama dari total 18 peserta yang bertanding dan menampilkan rangkaian jurus dengan penuh ketenangan serta ketepatan teknik sejak awal kompetisi.

Sementara itu, pada cabang film pendek yang berlangsung di Gedung FDIK lantai 2, Faizal Anwara selaku Pendamping mewakili Tim UIN Jurai Siwo Lampung mempresentasikan film berjudul “Ranah Sunyi” di hadapan dewan penampil. Selain menjelaskan proses kreatif dan pesan yang diangkat dalam film tersebut, Faizal juga memaparkan berbagai hal terkait konsep, alur cerita, hingga relevansi isu yang disampaikan melalui film.

Keikutsertaan UIN Jurai Siwo Lampung dalam berbagai cabang menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga didorong untuk berani menyampaikan gagasan melalui karya. Di ajang silaturahmi yang mempertemukan puluhan perguruan tinggi keagamaan, seni menjadi ruang dialog yang memperlihatkan keberagaman perspektif sekaligus menguji sejauh mana kampus mampu melahirkan karya yang relevan dengan persoalan masyarakat.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.