Metro, metrouniv.ac.id – Selasa, 7 Juni 2022, Pembukaan FGD Rektor PTKN Plus berlangsung di kampus IAIN Metro.
Agenda FGD tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Ir. Fahrizal Darminto, MA, Wakil Wali Kota Metro Drs. H. Qomaru Zaman, MA, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Provinsi Lampung Drs M Firsada MSi, Ketua GP Ansor Lampung Timur, M.Muslih, M.H, para tokoh ormas, ulama dan para Rektor PTKN Plus.
Rektor IAIN Metro Dr. Siti Nurjanah, M.Ag memberikan sambutan pada acara Pembukaan FGD Rektor PTKN Plus tersebut.
Penjelasan Siti Nurjanah dimulai dari pentingnya meneguhkan Moderasi Beragama di segala sektor.
“Mengenai radikalisme dan ekstrimisme tidak hanya bertumpu pada TNI-Polri, tanggungjawab itu juga dipikul oleh akademisi sebagai salah satu unsur kolaborasi Pentahelix Moderasi Beragama,” Kata Siti Nurjanah.
“Perguruan tinggi yang merupakan institusi independen sebagai salah satu miniatur negara, sehingga memiliki peran strategis dalam memperkuat simpul Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Siti Nurjanah.
“IAIN Metro bersama beberapa stakeholder mencoba mengambil peran sebagai bentuk kepedulian kapada negara. Akademisi memiliki peran untuk mempertahankan kedaulatan dan harga diri bangsa,” pungkas Siti Nurjanah sebelum mengakhiri sambutannya dengan pantun.
Secara resmi, agenda FGD Rektor PTKN Plus ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Ir. Fahrizal Darminto, MA. Dalam sambutannya Fahrizal Darminto juga memberikan penjelasan bahwa Peneguhan Moderasi Beragama sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
“Terima kasih kepada IAIN Metro yang sudah menginisiasi agenda FGD Rektor PTKN Plus,” kata Fahrizal Darminto dalam memulai sambutannya.
“Indeks kerukunan beragama alhamdulillah meningkat 2015 indeks 75,4 dan meningkat 2016 75,5, namun pada tahun 2019 terjadi penurunan 73,28 artinya ada trend yang menurun. RTJMN telah membuat rencana tahun 2024 yaitu menguatnya Moderasi Beragama,” kata Fahrizal Darminto.
“Kalau kita ingin menciptakan yang tentram damai jauh dari ancaman radikalisme itu juga menjadi tanggungjawab seluruh sektor,” ujar Fahrizal Darminto.
Menurutnya pembinaan dan peneguhan Moderasi Beragama harus dilakukan oleh akademisi sebagai modal sosial pembangunan.
“Masyarakat yang rukun masyarakat yang baik dan cerdas merupakan modal sosial untuk pembangunan, oleh karenanya kita harus betul-betul persiapkan dengan baik,” kata Fahrizal Darminto sebelum membuka acara secara resmi.(tim_humas)