Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI kembali menggelar Training of Trainer (ToT) “Kusemai Nilai” II.
Acara ini bertajuk “Berlandaskan Nilai, membangun Budaya” menghadirkan peserta para Pengurus DWP Kemenag RI, Pengurus DWP Itjen, dan Ketua DWP PTKN seluruh Indonesia.
Ketua Dharma Wanita Persatuan IAIN Metro, Ny.Yeti Rachmayati Mahrus, SE turut menghadiri acara TOT tersebut sebagai peserta.
Dalam kesempatan itu, Penasehat DWP Kemenag RI Ibu Eny Retno Yaqut Qoumas, menekankan pentingnya penggunaan Medsos dengan mengatakan
“Ibu ibu bisa mulai menggunakan medsos sebagai alat untuk menyebarkan informasi tentang anti korupsi.” Selanjutnya dia menambahkan,
“Yuk kita jadikan setiap postingan kita penting dan bermanfaat.”
Terkait pembuatan rencana aksi untuk pembuatan program, Ibu Eny juga mengatakan, “Rencana itu penting. Sebab kalau tdk ada rencana, artinya aksi Kusemai Nilai ini tidak terprogram dengan baik.”
Selain itu, dia mengingatkan pentingnya evaluasi program.
“Jangan lupa, setelah aksi dilakukan evaluasi sebagai bahan perbaikan program.”
Dengan pengetahuan dan ketrampilan diperoleh selama TOT Kusemai Nilai, para peserta diharapkan memiliki komitmen untuk menjadi pelopor perubahan anti korupsi di lingkungan masing-masing.
Di kesempatan sama
Kostalan, Plt Sekretaris Itjen mewakili Inspektur Jenderal Kemenag RI mengatakan, “Pada momentum kegiatan yang baik ini, sesuai dengan nama kegiatannya, kita semua yang hadir diharapkan dapat menyemai hal-hal baik, terutama terkait pencegahan perilaku koruptif beserta turunannya.”
Dalam arahannya, dia mengatakan bahwa peran keluarga, terutama istri sebagai pendamping suami, harus mampu memainkan perannya sebagai benteng pertahanan pertama dalam mencegah korupsi.
“Kaum ibu yang saat ini suaminya diberikan tanggung jawab beserta jabatan yang melekat, agar mampu menjadi supporting system demi tercipta lingkungan yang bersih dan tidak koruptif,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Ketua DWP Irjen Kemenag RI, Ibu Cut Hasllinar, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen pencegahan korupsi berbasis keluarga, di mulai dari perempuan.
Di tempat yang sama, Direktorat Bina Peranserta Masyarakat-KPK, Johns R Ginting menyampaikan apresiasinya atas inisiasi program ini. “Kita di sini untuk membangun budaya anti korupsi dan berkomitmen saling menjaga satu sama lain”, ujarnya.
Acara ToT ini digelar selama 3 hari, dari tanggal 26 hingga 28 Oktober 2023 bertempat di Hotel Haris Kelapa Gading Jakarta.