LAMPUNG TIMUR, metrouniv.ac.id — Rangkaian peringatan Hari Santri di UIN Jurai Siwo Lampung berlanjut dalam suasana khidmat melalui pelaksanaan Istighosah Kubro di Gedung Academic Centre (GAC), Kampus 2 UIN Jurai Siwo Lampung. Usai upacara, lantunan doa dan selawat menggema, menyatukan segenap sivitas akademika dalam ikhtiar batin memohon pertolongan Allah SWT demi keselamatan bangsa, persatuan umat, kedamaian negeri, serta perlindungan dari berbagai musibah dan bencana.
Istighosah Kubro dipimpin oleh Imam Purwoko dan diikuti jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang memenuhi ruang GAC. Dalam suasana yang khusyuk, para peserta larut dalam munajat, menundukkan kepala, mengangkat doa, dan bersama-sama memohon ampunan serta pertolongan Sang Maha Kuasa.

Doa-doa yang dipanjatkan tidak sekadar menjadi rangkaian ritual dalam peringatan Hari Santri. Lebih dari itu, istighosah menjadi ruang pertaubatan dan refleksi spiritual, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, merawat kedamaian, dan memperkuat keteguhan menghadapi berbagai ujian.
Salah satu munajat yang dilantunkan berisi permohonan ampunan dan taubat kepada Allah SWT, Sang Maha Pengampun, sekaligus permohonan perlindungan dari tipu daya dan niat jahat. Doa tersebut menjadi ungkapan kepasrahan sekaligus ikhtiar spiritual agar segala bentuk makar yang mengancam nama baik lembaga, keutuhan bangsa, dan negara dapat dihindarkan.

Suasana semakin syahdu ketika seluruh jamaah mengumandangkan selawat secara bersama-sama. Suara yang semula berbaur perlahan menyatu, memenuhi ruangan dengan gema pujian dan doa. Selawat Asyghil dan Selawat Tibbil Qulub menjadi bagian penutup istighosah, mengiringi harapan agar bangsa Indonesia senantiasa dilimpahi keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan.

Peserta mengikuti setiap rangkaian dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Di tengah lantunan doa, tersirat kesadaran bahwa ikhtiar membangun kehidupan yang damai tidak hanya membutuhkan kerja nyata, tetapi juga keteguhan hati, kejernihan niat, serta kedekatan spiritual kepada Allah SWT.

Melalui Istighosah Kubro dalam rangkaian peringatan Hari Santri ini, UIN Jurai Siwo Lampung meneguhkan nilai-nilai religius yang menjadi bagian penting dari kehidupan kampus. Semangat santri tidak berhenti pada seremoni, tetapi dihidupkan melalui doa, akhlak, persaudaraan, dan komitmen menjaga keutuhan lembaga serta bangsa. ( )