Metro, metrouniv.ac.id – UIN Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) kembali membuktikan kapasitasnya dalam pengelolaan dan pengembangan jurnal ilmiah bereputasi internasional. Prestasi tersebut ditandai dengan diterimanya Istinbath: Jurnal Hukum Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung dalam indeks internasional Scopus pada 12 Juli 2026.
Capaian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan publikasi ilmiah bereputasi di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung, khususnya dalam bidang hukum Islam dan kajian hukum. Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat rekognisi akademik UIN Jusila di tingkat internasional dan menunjukkan komitmen institusi dalam membangun ekosistem publikasi ilmiah yang bermutu, konsisten, serta berdaya saing global.
Istinbath merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung dan menjadi wadah akademik bagi pengembangan gagasan, penelitian, serta publikasi ilmiah dalam bidang hukum Islam maupun hukum secara umum. Perjalanan jurnal ini menuju indeksasi internasional tidak berlangsung singkat. Berbagai tahapan penguatan tata kelola, peningkatan kualitas substansi artikel, serta transformasi sistem penerbitan telah dilakukan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun.
Pada masa awal pengelolaannya, Istinbath diterbitkan dalam bentuk cetak dan terbit secara berkala setiap enam bulan sekali. Jurnal tersebut didistribusikan kepada penulis, perguruan tinggi, perpustakaan, kolega akademik, dan berbagai jejaring keilmuan lainnya. Saat itu, oplah cetak Istinbath bahkan mencapai sekitar 500 eksemplar setiap edisi, dengan masing-masing penulis memperoleh dua eksemplar jurnal.
Sebelum berkembang menjadi jurnal berbasis daring, Istinbath telah dirawat dan dikembangkan oleh para dosen serta pengelola terdahulu di Fakultas Syariah. Mereka meletakkan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan penerbitan jurnal serta memastikan kehadirannya sebagai media akademik yang mendukung pengembangan ilmu hukum. Berbagai unsur akademik turut berkontribusi sebagai editor, reviewer, pengarah, maupun pengambil kebijakan yang mengawal perjalanan jurnal ini.
Pada fase awal, Istinbath telah memiliki P-ISSN, namun belum memiliki E-ISSN dan belum terakreditasi. Berbagai upaya peningkatan mutu kemudian dilakukan secara bertahap, termasuk melalui pengajuan akreditasi jurnal. Pada masa ketika sistem akreditasi masih dilakukan secara manual, dokumen borang disusun dalam bentuk cetak berdasarkan instrumen akreditasi dan disampaikan langsung ke kementerian bersama dokumen pendukung serta contoh terbitan jurnal.
Meskipun pada tahap awal belum berhasil memperoleh akreditasi, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga yang mendorong penguatan tata kelola jurnal, konsistensi penerbitan, pengembangan jejaring akademik, serta peningkatan kualitas artikel yang diterbitkan.
Seiring perkembangan sistem publikasi ilmiah, Istinbath kemudian bertransformasi dari jurnal cetak menjadi jurnal berbasis digital melalui platform Open Journal System (OJS). Transformasi tersebut diikuti dengan berbagai pembenahan, mulai dari pengelolaan metadata artikel, penyempurnaan template naskah, sistem editorial dan reviewer daring, hingga penyesuaian dengan standar indeksasi nasional maupun internasional.
Melalui kerja kolektif yang berkesinambungan, pengelolaan Istinbath terus diperkuat oleh tim editor, reviewer, penulis, dan dukungan penuh pimpinan UIN Jurai Siwo Lampung. Berbagai langkah strategis dilakukan melalui peningkatan kualitas artikel, perluasan jejaring akademik, penguatan manajemen penerbitan, serta komitmen menjaga etika publikasi ilmiah.
Proses pengajuan Istinbath ke Scopus dilakukan pada 4 Desember 2025. Setelah melalui tahapan evaluasi yang ketat, jurnal tersebut dinyatakan diterima pada 12 Juli 2026. Dengan demikian, proses dari pengajuan hingga penerimaan berlangsung selama tujuh bulan delapan hari.
Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.

“Selamat dan sukses untuk Jurnal Istinbath atas pencapaian sebagai jurnal yang telah terindeks Scopus. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan publikasi ilmiah yang berkualitas, bereputasi, dan berdampak di tingkat global,” ujar Prof. Ida Umami.
Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya sebuah capaian, tetapi juga amanah untuk terus menjaga kualitas dan reputasi jurnal melalui peningkatan mutu artikel, proses review yang ketat, kepatuhan terhadap etika publikasi, serta perluasan kolaborasi akademik lintas institusi dan lintas negara.
Capaian tersebut juga menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam membangun jurnal ilmiah bereputasi. Keberhasilan Istinbath merupakan hasil dari kesinambungan ikhtiar para pengelola terdahulu, dukungan pimpinan universitas, kontribusi para penulis, ketelitian reviewer, serta dedikasi tim editor dalam menjaga kualitas penerbitan ilmiah.
Bukti sebagai perguruan tinggi yang terus berkomitmen mengembangkan budaya riset dan publikasi ilmiah bereputasi di tingkat nasional maupun internasional, saat ini UIN Jurai Siwo Lampung memiliki 28 jurnal ilmiah yang dikelola di berbagai fakultas dan unit akademik. Dengan diterimanya Istinbath dalam indeks Scopus, UIN Jusila kini memiliki dua jurnal yang terindeks Scopus, yaitu MILRev (Metro Islamic Law Review) dan Istinbath: Jurnal Hukum.
Selain itu, terdapat lima jurnal yang telah meraih akreditasi SINTA 2, tujuh jurnal terakreditasi SINTA 3, sepuluh jurnal terakreditasi SINTA 4, satu jurnal terakreditasi SINTA 5, serta tiga jurnal lainnya yang saat ini sedang dalam proses akreditasi.