Kediri, metrouniv.ac.id – Penguasaan bahasa Arab tidak cukup dibangun melalui teori di ruang kuliah. Kemampuan berkomunikasi yang baik hanya dapat berkembang ketika bahasa digunakan dalam situasi nyata. Atas dasar itulah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Jurai Siwo Lampung melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kampung Arab Al Azhar, Pare, Kediri, sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional calon pendidik bahasa Arab, (9/7).
Kegiatan yang didampingi oleh Sekretaris Program Studi PBA sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan, Nawang Wulandari, M.Pd.I., ini menjadi ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan ekosistem pembelajaran bahasa Arab yang mengedepankan praktik komunikasi. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep pembelajaran, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana bahasa Arab dibangun melalui interaksi, pembiasaan, dan penggunaan aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui materi bertajuk “Peningkatan Maharah Kalam bagi Mahasiswa PBA”, peserta diajak memahami bahwa keterampilan berbicara (maharah kalam) merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh calon guru bahasa Arab. Materi menekankan pentingnya keberanian berkomunikasi, penguasaan kosakata yang kontekstual, serta penerapan metode komunikatif yang mampu menciptakan pembelajaran bahasa yang lebih hidup dan bermakna.

Pemahaman tersebut kemudian diperkuat melalui praktik langsung di ruang-ruang kelas. Mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas berbahasa, mulai dari percakapan, diskusi, simulasi situasi komunikasi, hingga latihan berbicara secara intensif. Pendekatan ini memberikan pengalaman nyata bahwa kemampuan berbahasa berkembang melalui kebiasaan menggunakan bahasa, bukan sekadar menghafal kaidah kebahasaan.

Sekretaris Program Studi PBA sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan, Nawang Wulandari, M.Pd.I., menjelaskan bahwa KKL dirancang sebagai implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Menurutnya, mahasiswa perlu dikenalkan pada praktik-praktik terbaik pembelajaran bahasa Arab agar memiliki perspektif yang lebih luas mengenai strategi pengajaran yang efektif.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya melihat bagaimana proses pembelajaran berlangsung, tetapi juga merasakan langsung lingkungan yang mendorong penggunaan bahasa Arab sebagai alat komunikasi. Pengalaman seperti ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik yang adaptif dan inovatif,” ujarnya.
Kegiatan KKL di Kampung Arab Al Azhar Pare tidak sekadar menjadi agenda kunjungan akademik, tetapi merupakan proses pembelajaran yang memperkuat sinergi antara teori di perguruan tinggi dengan praktik di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk mahasiswa PBA UIN Jurai Siwo Lampung menjadi lulusan yang tidak hanya menguasai aspek kebahasaan, tetapi juga memiliki kemampuan menerapkan model pembelajaran komunikatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan bahasa Arab di masa depan. ( )