Lampung Timur, metrouniv.ac.id – Asesmen Lapangan Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Jurai Siwo Lampung tidak dimaknai sekadar sebagai tahapan administratif untuk meraih akreditasi. Lebih dari itu, proses ini menjadi momentum strategis untuk menguji sekaligus memperkuat tata kelola akademik yang unggul, berintegritas, dan berkelanjutan sebagai fondasi pengembangan institusi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dedi Irwansyah, saat membuka Asesmen Lapangan LAMEMBA di Ruang Meeting lt 1 Perpustakaan Bait Al Hikmah kampus 2, Kamis (16/7).

Dalam sambutannya, Prof. Dedi menegaskan bahwa kualitas sebuah perguruan tinggi tidak dibangun melalui dokumen semata, melainkan melalui budaya mutu yang benar-benar dihidupi dalam setiap aspek penyelenggaraan tridarma.
“Write what you do and do what you write.” Prinsip tersebut, menurutnya, harus menjadi ruh dalam setiap proses penjaminan mutu di perguruan tinggi.
Ia menekankan bahwa asesmen lapangan merupakan kesempatan untuk memperoleh masukan objektif dari asesor demi penyempurnaan tata kelola institusi.
“Akreditasi bukan hanya tentang memenuhi persyaratan administratif, tetapi bagaimana membangun akumulasi budaya tata kelola yang baik, diperkuat integritas akademik, sehingga UIN Jurai Siwo Lampung mampu memantaskan diri menjadi salah satu episentrum pengembangan pendidikan tinggi di Pulau Sumatera,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai ikhtiar peningkatan mutu yang dilakukan kampus merupakan investasi intelektual jangka panjang yang akan menentukan arah perkembangan institusi pada masa mendatang.
“Kami sangat membutuhkan umpan balik dari para asesor LAMEMBA sebagai cermin untuk melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperbaiki agar langkah pengembangan institusi semakin terarah,” tambahnya.
Pembukaan asesmen turut dihadiri Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III, Direktur Pascasarjana beserta jajaran manajemen, Kepala Biro Administrasi Keuangan Umum (AKU), pimpinan unit kerja, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan Program Studi Magister Ekonomi Syariah.

Tim asesor LAMEMBA terdiri atas Prof. Amir Machmud dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Dr. Raden Lukman F., M.Ag. dari UIN Surakarta. Dalam sambutannya, Prof. Amir Machmud menjelaskan bahwa asesmen lapangan merupakan tahapan lanjutan setelah perguruan tinggi menyampaikan Dokumen Evaluasi Diri (DED) kepada LAMEMBA.
“Kami ditugaskan oleh LAMEMBA untuk mengonfirmasi dokumen yang telah disubmit. Setelah itu dilakukan validasi antara hasil penilaian masing-masing asesor untuk memastikan bahwa seluruh data yang disampaikan benar-benar terimplementasi di lapangan, bukan sekadar dokumen yang disiapkan untuk kepentingan akreditasi,” jelasnya.
Ia bahkan mengapresiasi semangat mutu yang tercermin di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.
“Kalau nilai-nilai yang terkandung dalam Hymne UIN Jurai Siwo Lampung benar-benar diimplementasikan dalam penyelenggaraan institusi, saya kira hal itu sudah menjadi modal yang sangat baik dalam membangun budaya mutu,” ungkapnya.

Prof. Amir juga berharap asesmen ini tidak hanya menghasilkan penilaian akreditasi, tetapi sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dan menjadi ruang berbagi praktik baik antarperguruan tinggi.
Rangkaian asesmen berlangsung selama dua hari dengan beberapa tahapan. Pada hari pertama dilakukan konfirmasi dokumen bersama pimpinan universitas, program studi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), perpustakaan, serta unit-unit pendukung lainnya. Pada sesi siang, asesor melaksanakan wawancara dengan dosen dan tenaga kependidikan yang tidak terlibat langsung dalam penyusunan dokumen akreditasi guna memperoleh gambaran objektif mengenai implementasi sistem penjaminan mutu.
Sementara itu, pada hari kedua nanti, tim asesor dijadwalkan melakukan peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana pendukung pembelajaran serta berbagai fasilitas akademik untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang disampaikan dengan kondisi nyata di lapangan. ( )