MAHASISWA UIN JURAI SIWO AMBIL PERAN STRATEGIS DALAM KKN NUSANTARA, EDUKASI KEKERASAN DAN PERUNDUNGAN

IMG_20260726_115545

Lebak, metrouniv.ac.id — Hari Anak Nasional tidak semestinya berhenti pada seremoni. Momentum ini menjadi pengingat bahwa anak-anak dan remaja berhak tumbuh di lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, perundungan, maupun berbagai bentuk penyimpangan sosial. Semangat itulah yang diusung mahasiswa KKN Nusantara VI Tahun 2026 Kelompok 09 (Nawantara) melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Remaja Tangguh: Membangun Generasi Bebas Kekerasan, Perundungan, dan Penyimpangan Sosial” di Yayasan Al-Hidayah Wanti, Desa Wantisari, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (23/7).

Kegiatan ini diinisiasi dan diselenggarakan secara kolaboratif oleh mahasiswa KKN Nusantara VI Kelompok 09 yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu anggota kelompok, M. Farid Alhafidz, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah UIN Jurai Siwo Lampung, turut mengambil peran penting dalam perencanaan, koordinasi, hingga pelaksanaan kegiatan. Farid aktif mengoordinasikan persiapan teknis, membangun komunikasi dengan pihak sekolah, serta memastikan jalannya sosialisasi berlangsung efektif sehingga tujuan edukasi kepada para peserta dapat tercapai secara optimal.

Sebanyak 190 siswa MTs dan MA Al-Hidayah Wanti mengikuti kegiatan yang dirancang bukan sekadar sebagai penyampaian materi, melainkan ruang refleksi bagi para remaja untuk mengenali berbagai bentuk kekerasan yang kerap dianggap lumrah, memahami dampaknya, sekaligus membangun keberanian untuk menjadi bagian dari solusi.

Fenomena perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian bersama. Karena itu, pendekatan preventif melalui edukasi dinilai penting agar peserta didik mampu mengenali batas antara candaan dan tindakan yang melukai, memahami hak-hak mereka, serta menumbuhkan budaya saling menghormati sejak dini.

Dalam sesi pertama, Ps. Kanit Propam Polsek Leuwidamar, AIPTU Tri Purwana, mengajak peserta memahami ragam bentuk kekerasan dan perundungan beserta dampaknya, baik bagi korban maupun pelaku. Ia menekankan bahwa menciptakan sekolah yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab guru atau aparat, melainkan seluruh warga sekolah yang memiliki peran untuk saling menjaga dan menghormati.

Persoalan tersebut kemudian diperkaya melalui perspektif hukum yang disampaikan A. Azzam Fatoni, S.H., C.MED., CIRP., CPLA., Legal Research Enthusiast, Certified Mediator Non Hakim, Analis Hukum LBH PLI KUMHAM, sekaligus praktisi dan akademisi hukum. Ia menjelaskan bahwa setiap tindakan kekerasan maupun penyimpangan sosial memiliki konsekuensi hukum yang nyata. Karena itu, pemahaman mengenai hak, kewajiban, serta tanggung jawab hukum perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar remaja mampu mengambil keputusan yang bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi antara dunia pendidikan, aparat penegak hukum, dan akademisi dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Pendidikan karakter, literasi hukum, dan penguatan kesadaran sosial menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan integritas.

Di balik pelaksanaan kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Nusantara VI Kelompok 09 juga menjalankan peran strategis sebagai penggerak kolaborasi. M. Farid Alhafidz menjadi salah satu mahasiswa yang aktif menghubungkan berbagai pihak, mulai dari koordinasi dengan narasumber, pendampingan peserta, hingga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana. Kontribusinya mencerminkan peran mahasiswa KKN yang tidak hanya hadir sebagai peserta pengabdian, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan sosial yang mendorong lahirnya lingkungan belajar yang lebih aman dan ramah bagi anak.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MTs Al-Hidayah Wanti, Muhdi Ali, S.Ag., M.A., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Nusantara VI Kelompok 09. Menurutnya, edukasi seperti ini menjadi langkah preventif yang efektif untuk membangun karakter peserta didik.

“Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Dengan sosialisasi ini, siswa-siswi menjadi mengetahui perilaku-perilaku yang tergolong sebagai tindak kekerasan. Ini merupakan langkah preventif agar mereka lebih sadar dalam bersikap. Harapan kami, remaja Desa Wantisari, khususnya siswa-siswi MTs dan MA Al-Hidayah Wanti, dapat menjadi generasi yang berperilaku baik, terhindar dari kekerasan, perundungan, maupun berbagai bentuk penyimpangan sosial,” ujarnya.

Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Beragam pertanyaan yang diajukan menunjukkan bahwa isu kekerasan, perundungan, dan penyimpangan sosial merupakan persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja dan membutuhkan ruang diskusi yang terbuka.

Salah seorang peserta, Alya, siswi MA Al-Hidayah Wanti, mengaku memperoleh banyak pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman dan kesadaran mengenai perilaku yang menyimpang serta cara mencegahnya. Saya jadi lebih memahami bagaimana bersikap dan menghargai orang lain agar tidak terjadi perundungan maupun kekerasan,” katanya.

Bagi mahasiswa KKN Nusantara VI Kelompok 09 (Nawantara), termasuk M. Farid Alhafidz dari Program Studi Ekonomi Syariah UIN Jurai Siwo Lampung, keberhasilan kegiatan ini tidak diukur dari selesainya rangkaian acara, melainkan dari tumbuhnya kesadaran baru di kalangan peserta. Mereka berharap para remaja mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan budaya saling menghormati, berani menolak kekerasan, serta membangun lingkungan sekolah yang inklusif dan aman bagi semua.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional, pesan yang ingin ditegaskan menjadi semakin relevan: melindungi anak bukan hanya soal memberikan rasa aman, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan, karakter, dan keberanian untuk menciptakan ruang kehidupan yang bebas dari kekerasan. Sebab, masa depan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh pendidikan yang mereka terima, melainkan juga oleh lingkungan yang memberi kesempatan bagi mereka untuk tumbuh dengan bermartabat. ( )

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.