MENGENALI KEUNGGULAN SENDIRI : PESAN DEKAN FAKULTAS SYARIAH UNTUK MEMBANGUN BRANDING UIN JURAI SIWO LAMPUNG

WhatsApp Image 2026-08-03 at 09.50.11

Metro, metrouniv.ac.id – Ada kalanya seseorang baru menyadari nilai yang dimilikinya setelah orang lain menunjukkannya. Refleksi sederhana inilah yang menjadi pembuka pengarahan Dekan Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Husnul Fatarib, Ph.D., di hadapan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Apel Rutin Senin pagi, (3/8/2026), di halaman Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung.

Di hadapan Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AKU), jajaran pimpinan dekanat, para kepala bagian, dan seluruh ASN, Prof. Husnul mengajak seluruh keluarga besar UIN Jurai Siwo Lampung untuk memulai langkah besar dari sesuatu yang sering terabaikan: mengenali keunggulan lembaga sendiri.

Untuk menggambarkan gagasannya, ia menghadirkan sebuah ilustrasi yang mengundang renungan.

Suatu ketika, seseorang berniat menjual rumahnya. Agar cepat laku, ia menyewa seorang konsultan pemasaran untuk membuat iklan yang menarik. Sang konsultan kemudian menyusun deskripsi rumah tersebut secara rinci—lokasinya strategis, lingkungannya nyaman, bangunannya kokoh, pencahayaannya baik, dan memiliki berbagai keunggulan yang selama ini luput dari perhatian pemiliknya.

Ketika membaca iklan itu, sang pemilik justru membatalkan niat menjual rumahnya. Ia tersadar bahwa rumah yang hendak dilepas ternyata memiliki seluruh karakteristik yang selama ini ia dambakan.

“Bukankah ini rumah impian saya sendiri?” demikian refleksi yang muncul dari ilustrasi tersebut.

Bagi Prof. Husnul, kisah itu bukan sekadar cerita tentang sebuah rumah. Ia merupakan metafora mengenai cara sebuah institusi memandang dirinya sendiri. Sering kali sebuah lembaga terlalu dekat dengan rutinitasnya sehingga tidak lagi mampu melihat nilai dan kekuatan yang dimilikinya.

Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi. UIN Jurai Siwo Lampung sesungguhnya memiliki banyak capaian akademik yang layak dibanggakan. Sejumlah jurnal ilmiah telah terindeks Scopus, banyak jurnal lainnya meraih peringkat Sinta 2, kualitas sumber daya manusia terus berkembang, serta berbagai prestasi akademik dan kelembagaan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Ironisnya, berbagai capaian tersebut kerap dipandang sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, di mata masyarakat maupun dunia akademik, itulah identitas yang membangun reputasi sebuah universitas.

Pesan tersebut semakin relevan di penghujung PMB jalur mandiri. di tengah kompetisi perguruan tinggi yang semakin terbuka calon mahasiswa dan orang tua tidak hanya memilih kampus berdasarkan nama, tetapi juga berdasarkan rekam jejak mutu akademik, budaya ilmiah dal lainnya, disinilah pentingnya branding.  Branding, menurutnya, tidak lahir dari slogan semata. Branding tumbuh dari kesadaran kolektif bahwa lembaga memiliki kualitas yang pantas diperkenalkan kepada publik. Ketika setiap dosen, tenaga kependidikan, dan ASN memahami kekuatan institusinya, mereka akan menjadi representasi yang autentik bagi kampus di ruang-ruang sosial maupun akademik.

Namun demikian, kebanggaan terhadap capaian tidak boleh bermuara pada rasa puas diri. Justru sebaliknya, pengakuan atas berbagai keunggulan harus menjadi energi untuk terus memperbaiki mutu layanan, memperkuat budaya akademik, meningkatkan produktivitas ilmiah, dan menghadirkan pelayanan terbaik kepada mahasiswa serta masyarakat.

Prof. Husnul juga mengingatkan bahwa setiap amanah yang dijalankan di lingkungan perguruan tinggi memiliki dimensi yang melampaui tugas administratif. Pengabdian sebagai ASN di perguruan tinggi keagamaan merupakan bagian dari ibadah yang dilandasi keikhlasan kepada Allah Swt. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab tidak hanya menghasilkan capaian institusional, tetapi juga bernilai pahala.

Pada akhirnya, penguatan branding bukan sekadar strategi komunikasi, melainkan lahir dari kualitas yang terus dirawat dan dari keyakinan seluruh warga kampus terhadap nilai lembaganya sendiri. Kesadaran inilah yang diharapkan menjadi budaya bersama di UIN Jurai Siwo Lampung.

Dengan semangat tersebut, Prof. Husnul berharap seluruh sivitas akademika terus bersinergi membangun kampus yang unggul, adaptif, dan semakin dipercaya masyarakat. UIN Jurai Siwo Lampung diharapkan tidak hanya menjadi pilihan pendidikan tinggi di tingkat regional, tetapi juga berkembang sebagai destinasi edukasi yang diperhitungkan di tingkat nasional bahkan internasional. ( )

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.