Lampung Timur, metrouniv.ac.id — Pesantren bukan sekadar ruang pendidikan keagamaan. Di dalamnya tumbuh tradisi keilmuan, pembentukan karakter, kemandirian sosial, hingga praktik moderasi beragama yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat. Kekayaan inilah yang kini hendak dikembangkan lebih sistematis melalui ruang akademik di Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung.
Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan Pengurus Pusat Kajian Pesantren UIN Jurai Siwo Lampung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., di Gedung Academic Centre, Kampus 2 UIN Jurai Siwo Lampung, Sabtu (8/8/2026). Prosesi pengukuhan didampingi Rektor UIN Jurai Siwo Lampung Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons.
Pengukuhan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Rektor UIN Jurai Siwo Lampung Nomor 389 Tahun 2026 tentang Pengurus Pusat Kajian Pesantren Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung.
Pembentukan Pusat Kajian Pesantren menjadi bagian dari komitmen UIN Jurai Siwo Lampung untuk mengembangkan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan moderasi beragama berbasis nilai-nilai kepesantrenan.

Kehadirannya tidak diarahkan sekadar menjadi struktur kelembagaan baru, tetapi sebagai ruang akademik untuk mempertemukan khazanah pesantren dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat kontemporer. Tradisi pesantren tidak hanya ditempatkan sebagai warisan yang harus dipelihara, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang dapat terus diteliti, dikembangkan, dan ditransformasikan menjadi gagasan serta praktik yang relevan.
Struktur kepengurusan yang dibentuk juga memperlihatkan cakupan kerja yang cukup luas. Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons. bertindak sebagai Pengarah, Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum. sebagai Penanggung Jawab, Dr. Bairus Salim, S.Pd., M.Pd.I. sebagai Ketua, Muhammad Fauzhan ‘Azima, M.Ag. sebagai Sekretaris, dan Ani Nurul Imtihanah, M.S.I. sebagai Bendahara, serta struktur lain di bawahnya Walfajri, M. Pd sebagai Koordinator Bidang Kajian Turats, Pendidikan, Pelatihan, dan Kaderisasi, Anggoro Sugeng, SEI., M.Sh.Ec. Koordinator Bidang Publikasi dan Jurnal, Muhammad Mujib Baidhowi, M.E. Koordinator Bidang Pengabdian, Pemberdayaan Pesantren, dan Ekonomi Santri, Saipullah, M.A. Koordinator Bidang Kerja Sama, Jejaring, dan Hubungan Kelembagaan serta Luky Virman Assodiq, M.Pd. sebagai Koordinator Media, dan Transformasi Digital.
Untuk menopang kerja pusat kajian, kepengurusan mencakup sejumlah bidang strategis, yakni Kajian Turats, Pendidikan, Pelatihan, dan Kaderisasi; Publikasi dan Jurnal; Pengabdian, Pemberdayaan Pesantren, dan Ekonomi Santri; Kerja Sama, Jejaring, dan Hubungan Kelembagaan; serta Media dan Transformasi Digital.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Pusat Kajian Pesantren dirancang tidak hanya untuk menghasilkan kajian, tetapi juga memastikan pengetahuan tersebut memiliki jalur hilirisasi. Kajian turats dapat dikembangkan melalui penelitian dan pendidikan; hasil penelitian dipublikasikan; pesantren menjadi mitra pemberdayaan; jejaring kelembagaan diperluas; dan teknologi digital dimanfaatkan untuk mendiseminasikan khazanah kepesantrenan kepada publik yang lebih luas.
Dengan demikian, pesantren ditempatkan bukan hanya sebagai objek kajian, melainkan sebagai mitra intelektual dan sosial dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri berbagai unsur lintas institusi, termasuk pemerintah, lembaga keagamaan, perguruan tinggi, serta pimpinan dan perwakilan pondok pesantren dari Kota Metro, Lampung Timur, dan Lampung Tengah. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi modal awal bagi terbentuknya jejaring kerja yang lebih luas antara perguruan tinggi dan dunia pesantren.
Di tengah momentum tersebut, Rektor UIN Jurai Siwo Lampung Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons., juga menyampaikan harapan agar Kementerian Agama memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan Ma’had Al-Jami’ah di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.
“Yang belum kita punya adalah Ma’had Al-Jami’ah. Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini kami mohon dukungan dan bantuan untuk mewujudkan Ma’had Al-Jami’ah di tengah-tengah UIN Jurai Siwo Lampung,” katanya.
Menurut Rektor, keberadaan Ma’had Al-Jami’ah nantinya dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan kampus, khususnya dalam pembinaan keislaman, karakter, dan kehidupan akademik mahasiswa yang berakar pada nilai-nilai kepesantrenan.
Harapan tersebut memiliki hubungan erat dengan arah kerja Pusat Kajian Pesantren. Kehadiran pusat kajian dan rencana pengembangan Ma’had Al-Jami’ah sama-sama diarahkan untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman nilai, karakter, dan tradisi keislaman.
Ke depan, Pusat Kajian Pesantren UIN Jurai Siwo Lampung diharapkan mampu menjadi simpul akademik yang mempertemukan kampus dan pesantren melalui kerja-kerja konkret: penelitian kolaboratif, pengembangan kapasitas pesantren, pendidikan dan kaderisasi, publikasi ilmiah, pemberdayaan ekonomi santri, penguatan moderasi beragama, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Dengan terbentuknya pusat kajian ini, UIN Jurai Siwo Lampung tidak hanya ingin berbicara tentang pesantren dari ruang akademik, tetapi juga membuka ruang agar pesantren ikut menjadi bagian dari produksi pengetahuan dan penyelesaian persoalan masyarakat.
Pada akhirnya, pengukuhan ini membawa pesan yang lebih luas: tradisi pesantren tidak cukup hanya diwariskan, tetapi perlu dikaji, dikembangkan, dan dihidupkan kembali dalam konteks zaman.
Di titik itulah Pusat Kajian Pesantren UIN Jurai Siwo Lampung diharapkan mengambil peran—merawat khazanah, mengembangkan pengetahuan, memperluas jejaring, dan menjadikan nilai-nilai kepesantrenan sebagai energi bagi kemajuan pendidikan, masyarakat, dan peradaban. ( )