MERAWAT KEHIDUPAN DARI EMBUNG, UIN JURAI SIWO LAMPUNG AWALI GERAKAN KONSERVASI DENGAN PELEPASAN IKAN

WhatsApp Image 2026-07-08 at 09.58.08 (3)

Lampung Timur, metrouniv.ac.id – Tidak semua pembangunan berwujud gedung bertingkat atau ruang kuliah baru. Di sudut Kampus 2 UIN Jurai Siwo Lampung, Lampung Timur, sebuah langkah kecil justru menandai babak baru pembangunan kampus: sejumlah ikan indukanm dilepaskan ke dalam embung.

Pelepasan ikan indukan pada Rabu pagi, (8/7) menjadi simbol dimulainya gerakan konservasi lingkungan yang tengah dibangun UIN Jurai Siwo Lampung. Embung yang sebelumnya berfungsi sebagai infrastruktur penampung air kini diarahkan menjadi ekosistem hidup—ruang tempat air, flora, fauna, dan manusia saling menopang dalam satu keseimbangan.

Pelepasan ikan dilakukan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dedi Irwansyah, bersama Kepala Bagian Fakultas Syariah Susi Yulianti, M.H., Wakil Dekan III Fakultas Syariah Sainul, S.Ag., M.A., serta Koordinator UI GreenMetric UIN Jurai Siwo Lampung Nasrul Hakim, M.Pd.

Menurut Prof. Dedi Irwansyah, pembangunan kampus tidak cukup diukur dari bertambahnya fasilitas fisik. Kampus yang berkelanjutan harus mampu menghadirkan kehidupan, merawat keseimbangan alam, sekaligus menanamkan kesadaran ekologis kepada seluruh sivitas akademika.

“Embung ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan air. Kita ingin menghadirkan ekosistem yang hidup sehingga konservasi benar-benar menjadi bagian dari budaya kampus,” ujarnya.

Cara pandang tersebut menegaskan bahwa konservasi bukanlah agenda insidental, melainkan bagian dari arah pengembangan UIN Jurai Siwo Lampung sebagai kampus yang berorientasi pada keberlanjutan. Infrastruktur hijau yang telah dibangun kini diperkaya dengan fungsi ekologis sehingga memberi manfaat yang lebih luas, baik bagi lingkungan maupun sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman nyata.

Keberadaan ikan indukan di embung diharapkan berkembang secara alami dan menjadi awal terbentuknya ekosistem perairan yang sehat. Dalam jangka panjang, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai penyangga tata kelola air kampus, tetapi juga menjadi laboratorium hidup untuk pembelajaran, penelitian, dan penguatan budaya konservasi.

Nasrul Hakim, M.Pd., selaku Koordinator UI GreenMetric UIN Jurai Siwo Lampung, menilai bahwa keberhasilan Green Campus tidak hanya diukur dari banyaknya ruang terbuka hijau atau infrastruktur ramah lingkungan. Yang lebih penting adalah tumbuhnya ekosistem dan keterlibatan seluruh warga kampus dalam menjaganya.

Karena itu, gerakan konservasi ini diharapkan menjadi pemantik partisipasi sivitas akademika. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga seluruh warga kampus didorong menghadirkan langkah-langkah sederhana yang berdampak nyata bagi kelestarian lingkungan.

Sebab pada akhirnya, kampus yang hebat bukan hanya melahirkan lulusan berkualitas. Kampus yang hebat adalah juga kampus yang mampu memberikan dampak dan mewariskan kehidupan. ( )

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.