PBAK HARI PERTAMA, WAREK II AJAK MAHASISWA TEMPA DIRI

IMG-20260831-WA0007

Lampung Timur. metrouniv.ac.if— Memasuki perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah ke ruang kuliah. Ada proses yang lebih panjang di dalamnya: belajar mengenal diri, mengasah kemampuan, membangun karakter, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan. Pesan itulah yang menjadi salah satu benang merah pembekalan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hari pertama Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung, Minggu (30/8).

Bertempat di Gedung GAC Kampus 2, PBAK hari pertama diikuti 1.127 mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan akademik sekaligus memahami berbagai nilai dan tanggung jawab yang akan menyertai perjalanan mereka di perguruan tinggi.

Salah satu materi pada hari pertama disampaikan oleh Wakil Rektor II UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Yudiyanto, yang memberikan pembekalan mengenai pentingnya menjadikan masa kuliah sebagai ruang penempaan diri. Di hadapan mahasiswa baru, ia mengajak mereka untuk tidak memandang perkuliahan semata sebagai proses menyelesaikan kewajiban akademik dan mengumpulkan Satuan Kredit Semester (SKS).

“Kuliah itu penempaan diri. Bukan sekadar mengumpulkan SKS, tetapi membentuk masa depan melalui mengasah kompetensi dan membentuk kepribadian.”

Pesan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa yang baru memulai perjalanan akademiknya. Perguruan tinggi, menurutnya, harus dipahami sebagai ruang untuk membangun kapasitas sekaligus karakter. Mahasiswa tidak cukup hanya hadir di ruang kelas, mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, lalu mengejar nilai. Lebih dari itu, mereka perlu menjadikan seluruh proses akademik sebagai kesempatan untuk terus bertumbuh.

Kompetensi, kata Dr. Yudiyanto, tidak terbentuk dalam waktu singkat. Ia perlu diasah melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Membaca, meneliti, menulis, berdiskusi, melakukan praktik, serta berani bertanya merupakan bagian penting dari proses tersebut.

Kebiasaan akademik itu pada akhirnya membentuk cara berpikir mahasiswa. Membaca memperluas wawasan, menulis melatih kemampuan menyusun gagasan, penelitian menumbuhkan ketelitian dan sikap ilmiah, sementara diskusi mengajarkan mahasiswa untuk terbuka terhadap perspektif lain sekaligus mampu mempertanggungjawabkan pemikirannya.

Namun, kemampuan saja tidak cukup. Di tengah tuntutan kehidupan akademik dan dunia yang terus berubah, mahasiswa juga membutuhkan karakter sebagai pijakan.

“Keahlian membuat kita cepat melangkah. Karakter membuat kita tetap lurus saat diuji.”

Dalam pemaparannya, Dr. Yudiyanto mengaitkan pentingnya kompetensi dan karakter dengan pesan yang terkandung dalam QS. Al-Qasas ayat 26, terutama mengenai dua kualitas penting, yakni al-qawiyy dan al-amin—kuat dan dapat dipercaya.

Nilai tersebut menjadi penting untuk dibawa mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan. Kekuatan dapat dimaknai sebagai kapasitas dan kemampuan dalam menjalankan tanggung jawab, sementara sifat dapat dipercaya berkaitan erat dengan integritas dan kepribadian.

Seseorang yang memiliki keahlian dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Namun, keahlian akan menjadi lebih bermakna ketika berada di tangan pribadi yang memiliki integritas. Sebab, kompetensi membuat seseorang mampu, sementara kepribadian membuatnya layak dipercaya.

Untuk memulai proses penempaan diri tersebut, Dr. Yudiyanto memberikan lima langkah sederhana yang dapat diterapkan mahasiswa sejak hari pertama kuliah, yakni niat, belajar, berlatih, refleksi, dan kontribusi.

Niat menjadi dasar yang menentukan arah perjalanan. Setelah itu, mahasiswa perlu membangun kebiasaan belajar, mengubah pengetahuan menjadi kemampuan melalui latihan, melakukan refleksi untuk mengevaluasi proses yang telah dilalui, kemudian menghadirkan ilmu dan kemampuan tersebut dalam bentuk kontribusi.

Dengan pola tersebut, proses pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik personal. Ilmu yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat bermuara pada kebermanfaatan bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya.

“Kompetensi membuat kita mampu. Kepribadian membuat kita layak dipercaya. Keduanya membuat kita bermanfaat.”

Pesan Dr. Yudiyanto menjadi pengingat bagi 1.127 mahasiswa baru strata 1 bahwa perjalanan mereka di UIN Jurai Siwo Lampung baru saja dimulai. Masa kuliah akan menjadi ruang yang mempertemukan mereka dengan pengetahuan, tantangan, kegagalan, pengalaman, sekaligus berbagai kesempatan untuk berkembang.

Karena itu, keberhasilan seorang mahasiswa tidak semestinya hanya diukur dari seberapa cepat ia menyelesaikan SKS atau memperoleh gelar. Ada proses yang lebih mendasar, yakni bagaimana ia keluar dari perguruan tinggi dengan kemampuan yang lebih baik, karakter yang lebih matang, dan kesiapan untuk memberikan manfaat.

PBAK hari pertama pun menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran tersebut sejak awal: bahwa menjadi mahasiswa berarti bersedia ditempa.

“Maka mulai hari ini, asahlah ilmu, jaga akhlak, hadir untuk memberi  manfaat.”( )

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.