PBAK HUMANIS UIN JURAI SIWO LAMPUNG : DARI SENYUM, AKSI PENGHIJAUAN HINGGA KEPEDULIAN MASYARAKAT

IMG_20260820_112732

Metro, metrouniv.ac.id — PBAK UIN Jurai Siwo Lampung diarahkan menjadi ruang penyambutan mahasiswa baru yang mengedepankan pendekatan humanis, tanpa kekerasan, serta memberi pengalaman awal yang positif dan bermakna. Semangat tersebut kembali ditekankan dalam rapat koordinasi kedua panitia PBAK yang digelar Kamis (20/8) di ruang rapat rektorat.

Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, menegaskan bahwa PBAK harus menjadi momentum untuk menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar kampus. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan harus dilaksanakan dengan pendekatan yang mendidik, menghargai martabat mahasiswa, dan jauh dari praktik kekerasan dalam bentuk apa pun.

Menurutnya, mahasiswa baru bukan sekadar peserta kegiatan, melainkan anggota keluarga baru yang sedang memasuki lingkungan akademik. Cara panitia menyapa, berkomunikasi, dan memperlakukan mereka sejak hari pertama akan turut membentuk kesan serta ikatan emosional mereka dengan kampus.

“Sapa mereka sebagai anggota keluarga yang baru,” menjadi semangat yang ditekankan dalam penyelenggaraan PBAK tahun ini.

Pendekatan humanis tersebut juga diwujudkan melalui perhatian terhadap kebutuhan dasar mahasiswa baru. Salah satunya adalah memastikan rangkaian kegiatan tidak mengabaikan waktu ibadah. Rektor menekankan agar seluruh agenda dapat diselesaikan sebelum pukul 16.30 WIB, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan untuk melaksanakan salat Ashar dengan baik.

Penegasan tersebut menunjukkan bahwa disiplin dalam PBAK tidak boleh berjalan dengan mengabaikan kebutuhan dasar mahasiswa. Kegiatan yang terencana justru harus mampu mengakomodasi aspek akademik, pembentukan karakter, kebutuhan sosial, dan kehidupan spiritual mahasiswa secara seimbang.

“Jangan sampai kegiatan membuat anak-anak tidak memiliki kesempatan untuk melaksanakan salat Ashar. Bagaimanapun kegiatan harus selesai sebelum pukul 16.30,” ujar beliau untuk menjadi perhatian dalam pematangan agenda PBAK.

Semangat humanis juga diterjemahkan dalam desain kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pengenalan kampus. Mahasiswa baru akan diarahkan untuk terlibat dalam kegiatan yang memiliki dampak sosial dan lingkungan, antara lain bakti sosial kepada masyarakat dan kegiatan penghijauan.

Melalui agenda tersebut, PBAK diharapkan menjadi pengalaman awal yang memperkenalkan mahasiswa pada nilai kepedulian. Kehadiran mereka sebagai mahasiswa tidak hanya ditandai dengan aktivitas akademik di dalam kampus, tetapi juga dengan kesadaran untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.

Rapat koordinasi kedua panitia PBAK dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang III yang sekaligus Ketua Pelaksana PBAK. Rapat berlangsung hingga seluruh pembahasan dinilai cukup, dengan masing-masing seksi menyampaikan laporan perkembangan, kesiapan teknis, sekaligus berbagai masukan untuk penyempurnaan pelaksanaan.

Laporan dari setiap seksi menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai desain yang telah disusun. Berbagai masukan dibahas untuk meminimalkan kendala di lapangan sekaligus memastikan semangat humanis yang telah ditetapkan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar hadir dalam teknis pelaksanaan.

Selain itu, panitia juga mematangkan skema pelaksanaan yang mengakomodasi mahasiswa baru dengan jangkauan tempat tinggal yang jauh dari kampus. Mereka tetap diberikan kesempatan mengikuti rangkaian PBAK secara daring, sehingga jarak tidak menjadi penghalang untuk memperoleh pengalaman orientasi akademik dan mengenal lingkungan kampus.

Dengan demikian, PBAK UIN Jurai Siwo Lampung tahun ini dibangun di atas semangat yang lebih luas: humanis dalam pendekatan, tanpa kekerasan dalam pelaksanaan, inklusif dalam pelayanan, serta berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

PBAK menjadi pintu pertama mahasiswa baru memasuki kehidupan kampus. Dari pintu itulah kampus ingin memperkenalkan dirinya—bukan melalui rasa takut, melainkan melalui sapaan; bukan dengan kekerasan, melainkan dengan keteladanan; dan bukan sekadar dengan seremoni, melainkan dengan pengalaman yang menumbuhkan rasa memiliki.

Pada akhirnya, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal UIN Jurai Siwo Lampung sebagai tempat belajar, tetapi juga merasakan bahwa sejak pertama kali datang, mereka telah disambut sebagai bagian dari keluarga besar almamaternya. ( )

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.