Lampung Timur, metrouni.ac.id – Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung terus memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan dan memastikan proses pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.
Penguatan implementasi tersebut dilakukan melalui Pelatihan Aplikasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Ruang Kelas FS.II.9 Fakultas Syariah. Dalam penerapannya, kurikulum OBE di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung didukung oleh aplikasi SIMKARA (Sistem Informasi Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran) sebagai instrumen dalam pengelolaan dan penyusunan perangkat kurikulum serta pembelajaran.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut tidak hanya berfokus pada penguasaan teknis aplikasi, tetapi juga menjadi bagian dari langkah strategis Fakultas Syariah untuk memperkuat pemahaman dan praktik implementasi kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran (learning outcomes).
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Husnul Fatarib, Ph.D., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa penerapan OBE merupakan kebutuhan penting bagi perguruan tinggi di tengah perubahan tuntutan pendidikan dan dunia kerja yang semakin dinamis.
Menurutnya, kurikulum perguruan tinggi harus mampu memastikan bahwa proses pembelajaran benar-benar bermuara pada kompetensi yang dimiliki mahasiswa. Oleh karena itu, setiap mata kuliah perlu dirancang berdasarkan capaian pembelajaran yang jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Penerapan OBE bukan hanya persoalan penggunaan sebuah aplikasi, tetapi bagaimana seluruh proses pembelajaran diarahkan untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, SIMKARA digunakan untuk mendukung proses penerapan kurikulum OBE, sehingga penyusunan perangkat pembelajaran dapat dilakukan secara lebih sistematis, terintegrasi, dan terdokumentasi. Pemanfaatan aplikasi ini diharapkan membantu dosen dalam menerjemahkan kurikulum ke dalam proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian kompetensi mahasiswa.
Pelatihan menghadirkan Kepala Pusat Pengembangan dan Kurikulum, Dr. Kisno, M.Pd., sebagai narasumber utama, didampingi tim staf Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Dalam sesi pelatihan, para dosen memperoleh pendampingan secara langsung mengenai penerapan kurikulum OBE melalui aplikasi SIMKARA. Materi yang diberikan mencakup penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), penyelarasan capaian pembelajaran, pemetaan kompetensi, serta penyusunan instrumen dan skema penilaian yang dapat mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa.
Aspek praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para dosen tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai OBE, tetapi juga diarahkan untuk mengimplementasikannya ke dalam perangkat pembelajaran yang digunakan dalam proses perkuliahan.
Melalui penggunaan SIMKARA, proses penyusunan perangkat pembelajaran diharapkan semakin terarah dan mampu memperlihatkan keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), materi pembelajaran, metode pembelajaran, hingga sistem penilaian.
Model tersebut diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih terstruktur, terukur, dan memiliki keterkaitan yang jelas dengan kompetensi lulusan yang hendak dicapai. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyelesaian materi perkuliahan, tetapi juga pada sejauh mana mahasiswa mampu mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.
Selain meningkatkan kemampuan teknis dosen dalam menggunakan aplikasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi mengenai implementasi kurikulum berbasis OBE di lingkungan Fakultas Syariah. Kesamaan pemahaman dinilai penting agar penerapan OBE tidak berjalan secara parsial, melainkan menjadi bagian integral dari sistem penjaminan dan peningkatan mutu akademik.
Penerapan kurikulum OBE melalui SIMKARA juga diharapkan dapat memperkuat budaya akademik yang berbasis data dan capaian. Dosen dapat melakukan perencanaan pembelajaran secara lebih sistematis, sementara program studi memiliki instrumen yang lebih terstruktur dalam memantau keterkaitan antara proses pembelajaran dan capaian kompetensi lulusan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah menargetkan seluruh dosen semakin siap mengimplementasikan kurikulum OBE dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan SIMKARA secara optimal. Implementasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek administratif dan penggunaan aplikasi, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas proses pembelajaran.
Pada akhirnya, transformasi kurikulum tersebut diharapkan berkontribusi terhadap lahirnya lulusan UIN Jurai Siwo Lampung yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur, daya saing, kemampuan beradaptasi, serta relevansi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
( )