Metro, metrouniv.ac.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung terus memperluas jejaring kelembagaan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Keagamaan. Kegiatan ini berlangsung di Kota Metro pada Kamis (23/4) sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas institusi.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, bersama perwakilan Badiklat Keagamaan. Kerja sama ini menjadi payung besar bagi pengembangan program bersama dalam bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membangun kemitraan strategis yang berkelanjutan.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berbasis kolaborasi. Melalui sinergi dengan Badiklat Keagamaan, kami berharap tercipta integrasi program yang mampu mendorong peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tersebut, dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoA) antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Jurai Siwo Lampung dan Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Bandar Lampung.

Prosesi penandatanganan MoA dilakukan oleh Ketua LPPM UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Nurkholis, M.Pd., bersama Kepala Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Bandar Lampung, Agus Apriansyah, S.Kom., M.M. Kerja sama ini diproyeksikan berlaku selama lima tahun ke depan untuk mengoptimalkan potensi kedua belah pihak.
Ketua LPPM UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Nurkholis, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam memperluas cakupan bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Sinergi ini dibangun atas dasar kesetaraan dan prinsip saling menguntungkan. Kami berharap integrasi sumber daya ini dapat meningkatkan kualitas layanan akademik dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kedua lembaga,” ujarnya.

Dalam dokumen kesepakatan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk berkolaborasi dalam berbagai bentuk kegiatan, di antaranya pertukaran tenaga ahli, penyelenggaraan kegiatan akademik seperti seminar dan pelatihan, pengembangan riset kolaboratif, serta pertukaran informasi ilmiah dan bahan ajar sesuai kewenangan masing-masing.
Kepala Loka Diklat Keagamaan Bandar Lampung, Agus Apriansyah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk mendorong pemanfaatan fasilitas dan pengalaman kelembagaan secara lebih terukur.
“Kerja sama ini bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan untuk aksi nyata dalam meningkatkan kompetensi staf administratif maupun tenaga pengajar melalui program-program yang telah disepakati bersama,” tegasnya.( )