Lampung Timur — Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum., memberikan materi kepada Calon Mahasiswa Baru (Camaba) dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Jurai Siwo Lampung Tahun 2026, Minggu (30/8/2026).
Dalam materinya yang mengangkat tema “Nikmati Tamannya, Jaga Minyaknya”, Prof. Dedi mengajak para mahasiswa baru untuk memahami dunia perkuliahan secara utuh. Ia mengibaratkan kehidupan kampus sebagai “taman”, sementara “minyak” merupakan simbol dari esensi akademik yang harus tetap dijaga selama menjalani proses pendidikan.
Melalui ilustrasi “Dua Ujian Sang Anak Muda”, Prof. Dedi menjelaskan bahwa terdapat dua kondisi yang perlu dihindari mahasiswa. Pertama, terlalu fokus menikmati “taman” hingga lupa menjaga “minyak”, yang menggambarkan mahasiswa yang terlalu larut dalam pergaulan, organisasi, komunitas, maupun berbagai aktivitas kampus hingga mengabaikan tanggung jawab akademiknya. Kedua, terlalu fokus menjaga “minyak” hingga tidak menikmati “taman”, yakni mahasiswa yang hanya mengejar prestasi akademik tetapi kehilangan kesempatan untuk membangun relasi, mengembangkan pengalaman, serta menikmati proses kehidupan sebagai mahasiswa.
Kemudian beliau menerangkan bahwa “taman” dalam kehidupan kampus mencakup teman baru, organisasi, diskusi, komunitas, ta’aruf, hingga berbagai pengalaman selama masa muda. Sementara itu, “minyak” mencerminkan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan pengalaman akademik yang menjadi bekal penting bagi mahasiswa.
Menurutnya, kehidupan perkuliahan bukan semata-mata tentang memperoleh gelar atau mencapai indeks prestasi tertentu. Lebih dari itu, kuliah merupakan sebuah perjalanan yang memadukan perjalanan akademik dan perjalanan spiritual.
“Kuliah adalah tentang belajar sambil hidup, dan hidup sambil terus belajar,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi tersebut.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Prof. Dedi juga mengangkat kisah Nabi Musa a.s. sebagai ilustrasi mengenai pentingnya memahami ilmu, ikhtiar, serta menyadari bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah Swt. Kisah tersebut menggambarkan bagaimana daun menjadi sarana, sementara kesembuhan tetap berasal dari Allah Swt.
Dari kisah tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa pengetahuan dan teknologi merupakan perantara, bukan tujuan akhir. Buku, teknologi, perkuliahan, seminar, workshop, hingga gelar akademik merupakan sarana untuk memperoleh pengetahuan dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Prof. Dedi juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan gelar maupun teknologi sebagai “Tuhan” baru. Keduanya harus ditempatkan sebagai instrumen yang membantu manusia menemukan solusi dan memberikan kebermanfaatan.
Materi tersebut sekaligus menjadi pesan awal bagi seluruh Camaba UIN Jurai Siwo Lampung agar mampu menjalani kehidupan perkuliahan secara seimbang: menikmati “taman” kehidupan kampus tanpa menumpahkan “minyak” akademik yang menjadi bekal utama perjalanan mereka.