Metro, metrouniv.ac.id – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui penyelenggaraan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru PAUD bagi Guru RA/TK se-Lampung, Sabtu (17/10/2026). Mengusung tema “Smart Teaching, Happy Learning: Inovasi Strategi Pembelajaran AUD Berbasis Perkembangan Psikologi Anak”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas profesional guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Workshop tersebut menegaskan pentingnya pemahaman psikologi perkembangan sebagai landasan pedagogis dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi dan metode pembelajaran, tetapi juga mampu mengenali kebutuhan, potensi, serta karakteristik setiap anak agar proses belajar berlangsung optimal, bermakna, dan berpusat pada anak.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum., didampingi Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Siti Annisah, M.Pd.

Dalam sambutannya, Prof. Dedi Irwansyah menekankan pentingnya semangat menuntut ilmu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme. Ia mengingatkan bahwa ikhtiar dalam menuntut ilmu memiliki kedudukan mulia dalam ajaran Islam, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan kapasitas dan tanggung jawab seorang pendidik.
Pesan tersebut relevan dengan peran strategis guru PAUD dalam meletakkan fondasi perkembangan anak. Peningkatan kompetensi guru bukan semata-mata pemenuhan tuntutan profesional, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral dalam mendampingi tumbuh kembang generasi masa depan. Pada fase usia dini, pengalaman belajar yang tepat turut membentuk dasar kemampuan kognitif, sosial-emosional, karakter, dan kemandirian anak.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Zusy Aryanti, M.A. dan Lia Ricka Pratama, M.Pd. Keduanya mengulas inovasi strategi pembelajaran anak usia dini dengan menempatkan perkembangan psikologis anak sebagai pertimbangan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Melalui pendekatan tersebut, guru didorong untuk tidak memaknai keberhasilan pembelajaran sebatas pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kenyamanan emosional, keterlibatan aktif, rasa ingin tahu, dan perkembangan potensi anak secara menyeluruh. Pembelajaran yang efektif perlu memberi ruang bagi anak untuk bermain, bereksplorasi, berinteraksi, berkreasi, dan membangun pengalaman belajar sesuai tahap perkembangannya.
Semangat Smart Teaching, Happy Learning merefleksikan bahwa kecakapan mengajar tidak hanya terletak pada kemampuan guru menyampaikan materi, tetapi juga pada ketepatan memilih strategi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru dituntut mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, interaktif, dan menyenangkan, sehingga anak dapat belajar tanpa kehilangan kesempatan untuk tumbuh secara alami sesuai karakteristik usianya.
Penyelenggaraan workshop ini menjadi bagian dari kontribusi akademik Prodi PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung dalam memperkuat ekosistem pendidikan anak usia dini di Provinsi Lampung. Melalui kegiatan pengembangan profesional yang melibatkan guru RA/TK, perguruan tinggi berperan sebagai mitra strategis dalam menjembatani penguatan landasan keilmuan dengan kebutuhan nyata praktik pembelajaran di satuan pendidikan.

Selain memperluas wawasan, kegiatan ini diharapkan mendorong para guru menerapkan strategi pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan anak. Dengan demikian, inovasi pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi berlanjut menjadi praktik pedagogis yang berdampak pada kualitas pengalaman belajar peserta didik.
Melalui workshop ini, Prodi PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung lahirnya pendidik anak usia dini yang profesional, reflektif, inovatif, dan berkarakter. Sebab, pendidikan anak usia dini yang berkualitas bermula dari guru yang memahami anak, mampu merancang pembelajaran secara tepat, dan menghadirkan pengalaman belajar yang mencerdaskan sekaligus membahagiakan. ( )