PROF. SUYITNO DI PKM IV : AKADEMIK, OLAH RAGA DAN SENI HARUS BERJALAN SEIRING

IMG_20260930_103410

­Palembang, metrouniv.ac.id – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, mendorong agar Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) se-Sumatera ke depan memiliki nama yang lebih segar dan mencerminkan semangat pengembangan talenta mahasiswa. Ia bahkan mengusulkan nama “Porsumatera” sebagai salah satu alternatif, atau melibatkan para ahli untuk merumuskan nama yang lebih tepat.

“PKM ini mungkin perlu kita beri nama yang lebih fresh. Misalnya Porsumatera, atau kita cari nama lain melalui ahlinya, sehingga kesannya lebih kuat dan sesuai dengan semangat kegiatan,” ujar Prof. Suyitno dalam opening ceremony PKM ke-4 se-Sumatera di Aula Kampus 2 UIN Raden Fatah Palembang, Senin (29/9/2026).

Menurut Prof. Suyitno, kegiatan seperti PKM tidak semestinya hanya dipahami sebagai arena perlombaan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan mahasiswa secara utuh. Seni, olahraga, dan akademik, kata dia, memiliki keterkaitan dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan kesehatan fisik.

“Seni membuat hati lembut, olahraga menggerakkan fisik, dan pendidikan mendorong mahasiswa agar baik secara akademis sekaligus sehat,” katanya.

Ia menilai mahasiswa hari ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, perguruan tinggi harus mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kemampuan yang beragam dan tidak hanya unggul pada satu bidang.

Dalam konteks tersebut, Prof. Suyitno mengingatkan pesan Nabi Ya‘qub kepada Nabi Yusuf sebagaimana termaktub dalam QS Yusuf ayat 67, ketika Ya‘qub berpesan kepada anak-anaknya agar masuk melalui pintu-pintu yang berbeda. Frasa _min abwābin mutafarriqah_ tersebut, menurutnya, dapat menjadi inspirasi untuk membuka sebanyak mungkin ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi.

“Tantangan anak-anak kita sekarang jauh lebih berat. Tidak seperti generasi sebelumnya. Banyak hal yang unpredictable, banyak anomali yang harus mereka hadapi,” ujarnya.

Ia mencontohkan bahwa tidak banyak perguruan tinggi yang mampu melahirkan mahasiswa yang memiliki kemampuan keagamaan sekaligus unggul dalam bidang olahraga, seni, maupun kemampuan lainnya. Menurutnya, pendidikan tinggi perlu membangun integrasi antara _ulumul qouliyah, ulumul insaniyah,_ dan _ulumul kauniyah_.

“Tidak banyak kampus yang mahasiswanya bisa mengaji tetapi juga pandai olahraga ataupun seni. Karena itu, rektor harus melakukan mitigasi terhadap anak-anak yang memiliki talenta,” tegasnya.

Gagasan tersebut menemukan relevansinya dalam pelaksanaan PKM ke-4 yang berlangsung meriah dengan melibatkan 1.072 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera. Kegiatan ini kembali digelar setelah hampir empat tahun tidak dilaksanakan dan berlangsung sejak 3 Agustus hingga 2 Oktober 2026, dengan rangkaian kegiatan yang berpusat di Kampus B UIN Raden Fatah Palembang.

Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa PKM ke-4 tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana membangun silaturahmi antarmahasiswa dan perguruan tinggi, memperkuat tradisi ilmiah, meneguhkan kebangsaan, serta mendorong kesadaran terhadap kesehatan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pelaksanaan daring hingga proses verifikasi. Dari total 37 cabang yang diperlombakan, sebanyak 25 cabang telah dilaksanakan secara daring, sementara hasil keseluruhan perlombaan akan diumumkan pada akhir rangkaian kegiatan.

Panitia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga objektivitas dan sportivitas. Proses penjurian diserahkan kepada perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai _person in charge_ (PIC) pada masing-masing cabang. Dengan mekanisme tersebut, UIN Raden Fatah sebagai tuan rumah tidak harus menjadi juara umum.

Kemeriahan pembukaan semakin terasa saat seluruh kontingen mengikuti defile. Kontingen UIN Jurai Siwo Lampung yang dipimpin Wakil Rektor III, Dr. Aria Septi Anggaira, turut menjadi bagian dari 45 peserta dan official. Kontingen tersebut tampil dengan kostum berwarna cokelat dan turut didampingi Rektor serta Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (AKU) UIN Jurai Siwo Lampung.

Defile tersebut menjadi gambaran keberagaman mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera yang bertemu dalam satu panggung kompetisi dan silaturahmi. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, PKM ke-4 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan talenta, mengasah kreativitas, membangun sportivitas, sekaligus memperluas jejaring antarkampus.

Semangat itulah yang ditekankan Prof. Suyitno: perguruan tinggi harus membuka sebanyak mungkin “pintu” bagi mahasiswa agar setiap talenta dapat tumbuh, sehingga lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat, kreatif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman. ( )

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.