Palembang, metrouniv.ac.id — Kontingen UIN Jurai Siwo mencatatkan hasil positif pada hari pertama(30/9) Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) IV PTKIN se-Sumatera yang berlangsung di UIN Raden Fatah Palembang. Dari tiga cabang olahraga yang diikuti, yakni pencak silat, bulu tangkis, dan catur, UIN Jurai Siwo berhasil mengamankan satu medali emas melalui nomor ganda putri pencak silat.
Perolehan tersebut menjadi capaian awal bagi kontingen UIN Jurai Siwo di tengah persaingan antarkampus PTKIN se-Sumatera. Sejumlah atlet juga berhasil melaju ke babak lanjutan pada cabang yang diikuti.
Pada cabang pencak silat yang digelar di Auditorium PPG UIN Raden Fatah Palembang, UIN Jurai Siwo menurunkan atlet pada nomor tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri.
Pada nomor tunggal putra, Aria berhasil melaju ke babak final setelah melewati rangkaian pertandingan sejak pagi. Mahasiswa yang juga dipercaya sebagai duta kampus tersebut bersaing dengan lima peserta dari PTKIN lainnya.
Di babak final, Aria mencatatkan nilai 9.705. Sementara itu, peserta lainnya masing-masing memperoleh nilai 9.850 dari UIN Raden Fatah Palembang, 9.790 dari UIN Imam Bonjol, 9.755 dari UIN Sumatera Utara, 9.725 dari UIN Jambi, dan 9.255 dari STAIN Kepulauan Riau.

Pada nomor tunggal putri, Melinda harus menghentikan perjuangannya sebelum mencapai babak final.
Capaian berbeda ditorehkan pasangan Dhea Arini dan Isrofiah pada nomor ganda putri. Keduanya tampil dengan rangkaian gerakan menggunakan senjata golok, toya, dan belati kembar.

Penampilan tersebut membawa keduanya melaju ke babak final. Pada partai puncak, Dhea dan Isrofiah kembali tampil maksimal dan mencatatkan nilai 9.865.
Hasil tersebut mengantarkan pasangan UIN Jurai Siwo meraih medali emas pada nomor ganda putri pencak silat setelah mengungguli tim dari UIN Raden Intan dan IAIN Bengkalis.
Medali emas ini menjadi capaian pertama UIN Jurai Siwo pada PKM IV sekaligus membuka peluang bagi kontingen untuk menambah prestasi pada pertandingan berikutnya.
Selain pencak silat, UIN Jurai Siwo turut berlaga pada cabang bulu tangkis. Pada nomor tunggal putri, Syifa berhasil menembus babak perempat final.
Namun, langkah Syifa harus terhenti setelah kondisi fisiknya menurun akibat kelelahan selama pertandingan.
Sementara itu, perjuangan kontingen masih berlanjut di cabang catur. UIN Jurai Siwo menurunkan atlet pada nomor catur cepat putra dan putri.
Pertandingan kedua nomor tersebut masih akan berlangsung hingga hari berikutnya. Para atlet akan berupaya mengamankan posisi enam besar sekaligus membuka peluang bagi UIN Jurai Siwo untuk menambah capaian pada PKM IV.

Dukungan terhadap perjuangan kontingen juga datang dari jajaran pimpinan UIN Jurai Siwo. Rektor UIN Jurai Siwo, Prof. Ida Umami, bersama Wakil Rektor III, Dr. Aria, hadir sejak malam pembukaan dan turut memantau perjuangan mahasiswa selama kompetisi berlangsung.
Kehadiran pimpinan kampus menjadi bentuk dukungan langsung kepada para mahasiswa yang membawa nama almamater di ajang PKM IV.
Dalam pesannya kepada kontingen, semangat untuk memberikan penampilan terbaik menjadi salah satu hal yang ditekankan.
“PKM itu diinisiasi di kampus kita, maka seharusnya kita memiliki semangat yang lebih,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan dalam kompetisi tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga menjadi bagian dari proses membawa nama baik kampus.
“Usai ikhtiar maksimal, hasilnya kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa,” lanjutnya.

Dengan satu medali emas di cabang olahraga yang telah diraih melalui pencak silat, kontingen UIN Jurai Siwo masih memiliki peluang untuk menambah capaian pada pertandingan berikutnya. Perjuangan di arena PKM IV pun masih berlanjut, khususnya melalui cabang catur yang akan kembali dipertandingkan pada hari berikutnya.
( )