Cisemeut Raya, metrouniv.ac.id — Di tengah aktivitas warga di kawasan perkebunan Desa Cisemeut Raya, sebuah percakapan sederhana menghadirkan ruang belajar yang kaya makna. Melalui kegiatan “Bertemu dan Berbincang”, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Lukman Hakim, berdialog langsung dengan Bapak Arman, seorang warga yang berasal dari komunitas Suku Baduy, (22/7).
Alih-alih sekadar berbincang, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memahami pengalaman hidup dari sudut pandang pelaku. Bapak Arman menuturkan perjalanan hidupnya sejak tumbuh dalam lingkungan masyarakat adat Baduy hingga akhirnya memeluk Islam. Kisah yang disampaikan tidak hanya merekam perubahan dalam kehidupan pribadinya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana identitas, budaya, dan keyakinan dapat menjadi bagian dari proses kehidupan yang kompleks.
Dalam dialog yang berlangsung secara terbuka dan penuh penghormatan, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Baduy, termasuk kesederhanaan, kedisiplinan terhadap aturan adat, serta penghormatan terhadap alam dan tradisi. Pada saat yang sama, pengalaman Bapak Arman menunjukkan bahwa setiap individu memiliki ruang untuk mengambil keputusan hidup berdasarkan pertimbangan yang diyakininya.
Bagi Lukman Hakim, kegiatan ini memperkaya pengalaman belajar di luar ruang kelas. Interaksi langsung dengan masyarakat menghadirkan perspektif yang sulit diperoleh hanya melalui literatur. Dialog tersebut menjadi media untuk memahami keberagaman Indonesia secara lebih kontekstual, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai terhadap perbedaan latar belakang budaya maupun keyakinan.
Sebagai bagian dari pelaksanaan KKN, kegiatan “Bertemu dan Berbincang” menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program kerja, tetapi juga melalui kesediaan untuk mendengar, memahami, dan membangun hubungan yang setara dengan masyarakat. Dari percakapan sederhana di sebuah perkebunan, lahir pembelajaran bahwa keberagaman bukan sekadar fakta sosial, melainkan pengalaman yang perlu dipahami melalui dialog dan saling menghormati.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama yang memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Cisemeut Raya, sekaligus mendorong tumbuhnya sikap inklusif dalam menyikapi keragaman budaya, adat istiadat, dan keyakinan yang menjadi bagian dari kehidupan bangsa Indonesia.
( )