Metro, metrouniv.ac.id — Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Metro mematangkan persiapan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 dan 31 Agustus, kemudian dilanjutkan 1 September 2026, diarahkan tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi medium awal pembentukan karakter, penguatan budaya akademik, dan penumbuhan kepedulian sosial mahasiswa.

Penekanan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi persiapan PBAK yang digelar Rabu (12/8). Rapat dihadiri seluruh unsur kepanitiaan, diinisiasi oleh Wakil Rektor Bidang III dan dipimpin langsung oleh Rektor UIN Jurai Siwo, Prof. Ida Umami. Dalam rapat tersebut, Wakil Rektor Bidang III juga bertindak sebagai moderator.
Dalam arahannya, Prof. Ida Umami menegaskan bahwa PBAK harus diselenggarakan dalam suasana yang humanis, edukatif, inklusif, dan menghormati martabat setiap peserta. Karena itu, seluruh bentuk kekerasan, perundungan, maupun praktik yang tidak manusiawi tidak boleh mendapatkan ruang dalam rangkaian kegiatan PBAK.
“PBAK harus menghindari hal-hal yang tidak manusiawi, kekerasan dan perundungan,” tegas Prof. Ida Umami dalam rapat tersebut.

Penegasan ini sekaligus menjadi pijakan bagi seluruh panitia dalam merancang kegiatan. Semangat kemahasiswaan dan kreativitas organisasi tetap diberi ruang, tetapi harus ditempatkan dalam kerangka pendidikan dan pembinaan yang bertanggung jawab. PBAK tidak seharusnya menjadi arena reproduksi tradisi yang berlebihan atau praktik senioritas yang berpotensi memberikan tekanan fisik maupun psikologis kepada mahasiswa baru.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan unsur dosen dan tenaga kependidikan (tendik) dalam kepanitiaan memiliki posisi penting, terutama dalam memastikan setiap gagasan dan praktik yang dirancang oleh panitia dari unsur mahasiswa, termasuk SEMA dan DEMA, tetap berada dalam batas kewajaran dan tujuan pendidikan. Pengawasan bukan dimaksudkan untuk mengurangi ruang kreativitas mahasiswa, melainkan sebagai mekanisme pembinaan agar setiap aktivitas memiliki nilai edukatif, aman, proporsional, dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi peserta maupun citra institusi di tengah masyarakat.
Pada saat yang sama, PBAK diarahkan untuk memperluas makna pengenalan kehidupan kampus melalui penguatan kepedulian terhadap sesama. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan sistem akademik, organisasi, dan budaya kehidupan kampus, tetapi juga diajak memahami bahwa pendidikan tinggi memiliki dimensi sosial dan tanggung jawab kemasyarakatan.
Semangat tersebut antara lain diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial berupa bantuan 2,5 kilogram bahan pokok dan mi yang direncanakan didistribusikan langsung oleh mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa secara langsung diharapkan menjadikan kegiatan sosial bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan pengalaman pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat dan memahami realitas sosial secara lebih dekat.
Kepedulian juga akan dikembangkan melalui kegiatan penanaman pohon dan pengumpulan iuran sosial. Gagasan sederhana seperti mengumpulkan koin untuk membantu kebutuhan masjid dapat menjadi media pendidikan karakter yang menanamkan nilai berbagi, gotong royong, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.
Selain kegiatan sosial, rangkaian PBAK tetap diarahkan untuk membangun kedisiplinan dan kebersamaan melalui aktivitas positif, seperti senam dan salat berjamaah. Pengaturan kegiatan juga memperhatikan kondisi mahasiswa, termasuk mereka yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Peserta PKL pada pukul 16.00 dapat dipulangkan, kecuali terdapat kepentingan yang berkaitan dengan pelaksanaan salat Ashar.
Dari sisi teknis, PBAK 2026 dirancang dengan pendekatan hybrid. Mahasiswa yang berada di lokasi yang mudah dijangkau akan mengikuti kegiatan secara luring, sementara peserta yang berada jauh akan difasilitasi melalui sistem daring.
Pada hari ketiga, 1 September 2026, rangkaian kegiatan akan diisi dengan sosialisasi Kode Etik serta pengenalan SISMIK dan Learning Management System (LMS) oleh TIPD. Setelah seluruh rangkaian materi tersebut selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Senat Terbuka untuk mengukuhkan mahasiswa baru UIN Jurai Siwo Metro tahun 2026. Pengukuhan ini menjadi bagian penting dari rangkaian PBAK sekaligus penanda resmi dimulainya perjalanan mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika UIN Jurai Siwo Metro.
Dari sisi kepanitiaan, komposisi yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) diarahkan terdiri atas 60 persen ASN dan 40 persen mahasiswa. Keterlibatan DEMA, UKM, dan UKK diharapkan dapat memperkuat ekosistem kemahasiswaan sekaligus menyebarkan semangat organisasi dan kepedulian ke seluruh unit di lingkungan kampus.
Dalam rapat koordinasi, masing-masing koordinator seksi diberikan kesempatan menyampaikan pandangan, masukan, serta kesiapan teknis. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan berbagai gagasan dan memastikan setiap agenda memiliki tujuan yang jelas serta dapat dilaksanakan secara aman dan terukur.
Melalui pendekatan tersebut, PBAK UIN Jurai Siwo 2026 diharapkan menjadi pengalaman awal yang bermakna bagi mahasiswa baru. PBAK bukan sekadar proses pengenalan kampus, tetapi bagian dari proses pendidikan yang mempertemukan nilai akademik, etika, kemahasiswaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Keberhasilan PBAK pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kelancaran acara, tetapi juga oleh nilai yang tertanam setelah kegiatan berakhir: mahasiswa baru merasa diterima sebagai bagian dari komunitas akademik, memahami batas etika dalam kehidupan kampus, memiliki keberanian untuk berorganisasi secara sehat, serta tumbuh dengan kesadaran bahwa menjadi mahasiswa juga berarti memiliki tanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan. ( )