Lampung, metrouniv.ac.id – Komitmen UIN Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif terus diperkuat. Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, secara langsung menerima bantuan 60 eksemplar Al-Qur’an Braille dari Sentra Wyata Guna Kementerian Sosial Republik Indonesia pada Senin (27/07/2026). Bantuan tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan layanan literasi inklusif di Perpustakaan Bait Al-Hikmah UIN Jurai Siwo Lampung.
Penyerahan bantuan dilakukan kepada Rektor UIN Jurai Siwo Lampung yang didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Aria Septi Anggaira. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan dalam memperluas akses literasi keagamaan bagi penyandang disabilitas, khususnya penyandang disabilitas netra.
Dalam keteranganya, Prof. Ida Umami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sentra Wyata Guna Kementerian Sosial Republik Indonesia atas perhatian dan kontribusinya dalam mendukung pengembangan layanan pendidikan yang ramah disabilitas.
“Bantuan Al-Qur’an Braille ini menjadi pondasi yang sangat penting dalam mewujudkan kampus yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh sivitas akademika untuk memperoleh layanan pendidikan dan literasi tanpa diskriminasi,” ujar Prof. Ida Umami.

Sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan koleksi tersebut, seluruh Al-Qur’an Braille akan ditempatkan di Perpustakaan Bait Al-Hikmah UIN Jurai Siwo Lampung sebagai pusat layanan informasi dan literasi kampus. Keberadaan koleksi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat penyandang disabilitas netra sebagai sarana pembelajaran Al-Qur’an yang mudah diakses.
Menurut Prof. Ida Umami, langkah ini sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi yang inklusif dan mampu menjawab kebutuhan seluruh pemustaka tanpa terkecuali.
Sementara itu, Kepala Unit Pengembangan Akademik Perpustakaan Bait Al-Hikmah, Aan Gufroni, menjelaskan bahwa hadirnya koleksi Al-Qur’an Braille merupakan bagian dari pengembangan layanan perpustakaan yang berorientasi pada kesetaraan akses informasi.
“Selain menyediakan koleksi Al-Qur’an Braille, perpustakaan juga akan memberikan informasi dan edukasi mengenai dasar-dasar sistem baca tulis Braille. Dengan demikian, masyarakat yang belum mengenal huruf Braille dapat memahami cara membacanya dan memanfaatkan koleksi tersebut secara optimal,” jelas Aan.
Ia menambahkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas netra maupun penyandang low vision. Di sisi lain, keberadaan Al-Qur’an Braille juga menjadi media edukasi bagi sivitas akademika untuk mengenal sistem Braille sebagai salah satu sarana komunikasi bagi penyandang tunanetra.
“Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang inklusif, edukatif, dan terbuka bagi semua kalangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Ida Umami menegaskan bahwa kehadiran Al-Qur’an Braille di Perpustakaan Bait Al-Hikmah menjadi bukti nyata bahwa literasi merupakan hak setiap individu tanpa memandang kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki.
“UIN Jurai Siwo Lampung akan terus berkomitmen menghadirkan layanan perpustakaan yang adaptif, ramah disabilitas, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Kehadiran koleksi ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya.