Metro, metrouniv.ac.id – Perjalanan panjang dari Padang berakhir di Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung, Senin (13/7). Para mahasiswa yang tergabung dalam kontingen SeIBA International Festival 2026 baru saja tiba dengan membawa kabar membanggakan: tiga medali emas, tiga medali perak, dan satu Platinum Award berhasil mereka persembahkan untuk almamater.
Namun, kejutan sesungguhnya baru dimulai ketika mereka memasuki kampus. Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, bersama jajaran pimpinan universitas menyambut langsung kepulangan mereka. Tak hanya memberikan ucapan selamat, rektor juga menyerahkan bonus kepada setiap peraih medali sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka di ajang internasional.

“Kalian layak mendapatkan apresiasi ini, terlebih prestasi yang diraih adalah prestasi di ajang internasional. Teruslah semangat berkarya dan berprestasi,” ujar Prof. Ida Umami kepada para mahasiswa.
Kalimat sederhana itu menjadi penegas bahwa perjuangan mereka selama mengikuti kompetisi tidak luput dari perhatian kampus.
Di ajang SeIBA International, UIN Jurai Siwo Lampung berhasil mencatatkan prestasi membanggakan. Tiga medali emas berhasil dibawa pulang melalui cabang Solo Song, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dan Film Pendek.

Gusti Maharani, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris angkatan 2023, menjadi penyumbang emas pertama melalui penampilan memukau di cabang Solo Song. Penampilannya bahkan dinobatkan sebagai yang terbaik dengan raihan Platinum Award, penghargaan bergengsi yang menjadi pelengkap prestasi kontingen UIN Jurai Siwo.
Medali emas berikutnya dipersembahkan Falih Ahmad Faishol, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam angkatan 2025, yang tampil impresif pada cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Sementara emas ketiga datang dari balik layar. Film pendek berjudul Ranah Sunyi, karya mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang disutradarai Adisti Ega Aula, mahasiswa KPI angkatan 2023, berhasil memikat dewan juri dan mengantarkan UIN Jurai Siwo ke podium juara.

Prestasi itu semakin lengkap dengan raihan tiga medali perak. Sagita Enjellina dari Program Studi KPI angkatan 2023 meraih perak pada cabang Monolog. Annisa Dwi Hanita P., mahasiswa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah angkatan 2023, meraih perak pada Seminar Kebudayaan. Sementara Dea Arini Nafisah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam angkatan 2024, menyumbangkan medali perak pada cabang Pencak Silat.
Sebagai bentuk penghargaan, setiap peraih medali emas menerima bonus sebesar Rp2 juta, sedangkan peraih medali perak memperoleh Rp1 juta.
Bagi Gusti Maharani, penghargaan itu menjadi hadiah yang tak pernah ia duga.
“Awalnya saya sudah merasa sangat bersyukur karena diberi kesempatan mewakili UIN Jurai Siwo Lampung di ajang internasional. Ketika pulang ternyata disambut seperti ini dan mendapat apresiasi langsung dari Ibu Rektor, rasanya benar-benar di luar dugaan. Senang sekaligus terharu,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut bukan semata tentang nominal yang diterima. Lebih dari itu, para mahasiswa merasakan bahwa buah dari proses latihan, perjuangan, dan pengorbanan mereka mendapatkan tempat di hati pimpinan dan civitas akademika. ( )