Metro, metrouniv.ac.id — Semangat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung berlanjut setelah upacara bendera. Peserta upacara dari Kampus 1 segera menuju Kampus 2 untuk mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan dalam rangka memeriahkan kemerdekaan. Salah satu yang paling semarak adalah lomba nasi goreng yang berlangsung di selasar halaman Fakultas Syariah.
Lomba nasi goreng menjadi salah satu lomba utama dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI karena bersifat massal dan melibatkan paling banyak ASN. Hampir seluruh unit dan bagian di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung turut ambil bagian. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, lomba ini sekaligus mempertemukan ASN dari berbagai unit dalam suasana yang lebih santai, penuh kreativitas, dan kebersamaan.

Bahkan, jajaran pimpinan rektorat turut turun langsung dalam perlombaan. Rektor UIN Jurai Siwo Lampung bersama para wakil rektor dan kepala biro tampak membaur dengan peserta lainnya, sibuk mengolah dan membolak-balik nasi goreng di wajan masing-masing. Pemandangan tersebut membuat suasana perlombaan semakin cair. Sekat antara pimpinan dan staf sejenak melebur dalam satu arena: memasak, bercanda, dan berlomba bersama.
Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung diketuai oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Aria Septi Anggara. Sementara itu, berbagai cabang perlombaan dikoordinatori oleh Dr. Al Barra Sarbaini, dengan cabang lomba nasi goreng dikomandoi oleh Dr. Nety Hermawati.

Sejak pagi, masing-masing tim telah mempersiapkan perlengkapan memasak, bahan makanan, hingga peralatan penyajian. Selasar halaman Fakultas Syariah yang sebelumnya dipersiapkan beberapa hari oleh Dr. Nety Hermawati pun berubah menjadi dapur bersama. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis untuk menampung peserta dari berbagai unit yang terlibat.
Antusiasme peserta tampak dari persiapan yang dilakukan sejak pagi. Setiap tim berusaha menyajikan nasi goreng terbaik, bukan hanya dari sisi rasa, tetapi juga tampilan dan kelengkapan. Nuansa merah putih menjadi tema yang dominan. Nasi goreng dilengkapi berbagai lauk dan pelengkap, sementara meja sajian dihiasi puding-puding cantik, minuman, hingga aneka jajanan yang ditata semenarik mungkin.
Penilaian dilakukan berdasarkan rasa, ketepatan waktu penyelesaian, kelengkapan, dan penyajian. Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Jurai Siwo Lampung turut dilibatkan sebagai tim juri. Para juri mencicipi masakan setiap tim, mengamati penampilan dan kreativitas sajian, serta menilai kelengkapan hidangan sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

Suasana semakin riuh ketika waktu perlombaan mendekati batas akhir.
“Waktu tinggal 10 menit lagi!” seru Dr. Nety Hermawati mengingatkan peserta.
Sontak, seluruh tim bergerak semakin cepat. Wajan dan sutil beradu dengan cekatan. Peserta yang telah menyelesaikan masakannya ikut menyemangati tim lain dengan membunyikan wajan dan sutil, menciptakan dentingan yang terdengar seperti musik pengiring perlombaan.
Gelak tawa peserta berpadu dengan teriakan penyemangat. Sesekali terlontar celetukan-celetukan konyol yang membuat suasana semakin hangat. Dalam waktu yang singkat, peserta berpacu menyelesaikan sajian sekaligus memastikan tampilannya tetap menarik saat dinilai.
“Semua berkreasi seenak dan semenarik mungkin,” ujar Dr. Nety Hermawati.
Akhirnya mnejelang dhuhur, setelah melalui proses penjurian, panitia mengumumkan pemenangnya. Tim Akademik berhasil meraih Juara I, disusul Tim FEBI sebagai Juara II dan Tim FTIK sebagai Juara III. Sementara itu, Tim Keuangan, Perencanaan dan Kepegawaian meraih Juara Harapan I, Tim UPB sebagai Juara Harapan II, dan Tim Perpustakaan sebagai Juara Harapan III.
Hasil penjurian disambut lega oleh seluruh peserta. Meski masing-masing tim tentu berharap menjadi pemenang, semangat kompetisi tetap berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

Koordinator lomba, Dr. Al Barra Sarbaini, menegaskan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama dari kegiatan tersebut.
“Kemenangan bukan segalanya, terlebih hadiahnya yang tak seberapa. Namun, kemeriahan dan kebersamaan itu yang utama dan tak bisa dinilai,” ujar Al Barra.
Menurutnya, perlombaan menjadi momentum bagi seluruh unit untuk keluar sejenak dari rutinitas pekerjaan. Bertemu, memasak, bercanda, dan berkompetisi bersama menjadi pengalaman yang mempererat kebersamaan antarsivitas akademika.
Kemeriahan kemudian berlanjut pada siang hari melalui lomba lain yang tak kalah menarik, yakni mancing dan kano yang dikomandoi oleh Nizarudin, S.Ag., M.H. Kedua lomba tersebut menghadirkan suasana berbeda dengan menguji ketangkasan, konsentrasi, keberanian, dan sportivitas peserta.
Rangkaian perlombaan dari pagi hingga siang menjadi bagian dari cara UIN Jurai Siwo Lampung merayakan kemerdekaan dengan suasana yang lebih cair. Setelah mengikuti upacara secara khidmat, seluruh unit kembali dipertemukan melalui kompetisi yang sehat, penuh gelak tawa, dan kebersamaan.
Semangat HUT ke-81 RI di UIN Jurai Siwo Lampung pun tidak berhenti pada seremoni. Dari dapur bersama yang dipenuhi aroma nasi goreng hingga keseruan lomba mancing dan kano, kemerdekaan dirayakan melalui kreativitas, sportivitas, dan kebersamaan seluruh sivitas akademika. ( )