Lampung Timur, metrouniv.ac.id – Ruang kuliah biasanya menjadi tempat mahasiswa menimba ilmu dari buku, dosen, dan berbagai referensi akademik. Namun, Selasa (10/6), Gedung Academic Center (GAC) Kampus II UIN Jurai Siwo Lampung menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Melalui kegiatan bertajuk “Lelang Modern, Terbuka, dan Terpercaya”, mahasiswa diajak mengenal lebih dekat dunia lelang, pengelolaan aset negara, serta peluang yang terbuka di era digital.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati 118 Tahun Lelang Indonesia ini merupakan hasil kolaborasi antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Lampung dan Bengkulu dengan UIN Jurai Siwo Lampung. Tidak sekadar menjadi ajang sosialisasi, kegiatan ini menjadi ruang edukasi yang memperkenalkan peran strategis lelang dalam tata kelola kekayaan negara yang transparan, akuntabel, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, M.Pd., Kons. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang untuk pertama kalinya menghadirkan edukasi lelang bagi mahasiswa UIN Jurai Siwo Lampung.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap berbagai bidang yang memiliki relevansi dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk pengelolaan aset negara dan layanan publik.
“Mahasiswa perlu diperkenalkan pada berbagai peluang dan pengetahuan baru yang dapat memperkaya kompetensi mereka. Kolaborasi ini menjadi langkah positif karena menghadirkan perspektif yang selama ini belum banyak dikenal di lingkungan kampus,” ujarnya.

Kuliah umum bertema “Literasi Lelang bagi Mahasiswa: Edukasi dan Peluang Baru di Era Digital” menjadi agenda utama kegiatan. Materi disampaikan oleh Windraty Ariane Sialagan, S.E., M.A., Ph.D., Kepala Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu, yang mengajak mahasiswa memahami peran penting kekayaan negara dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Mengawali paparannya dengan seruan “Hidup mahasiswa!”, Windraty langsung membangun kedekatan dengan peserta yang memenuhi auditorium. Ia menjelaskan bahwa aset negara pada hakikatnya merupakan amanah yang harus dikelola secara profesional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana kekayaan negara dikelola dan dimanfaatkan. Karena itu, literasi mengenai aset negara dan lelang perlu terus diperluas, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.
“Lelang saat ini telah bertransformasi menjadi layanan yang modern, terbuka, dan terpercaya. Digitalisasi telah membuat layanan lelang semakin mudah diakses dan memberikan peluang yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Windraty juga mengaku terkesan dengan Hymne UIN Jurai Siwo Lampung yang diperdengarkan sebelum acara dimulai. Menurutnya, lirik hymne tersebut mengandung nilai-nilai pengabdian, integritas, dan semangat membangun bangsa yang selaras dengan peran mahasiswa sebagai generasi penerus.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat berkembang dalam bentuk program-program edukatif lainnya yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman dan wawasan di luar perkuliahan.

Selain kuliah umum, kegiatan juga diramaikan dengan bazar yang melibatkan berbagai instansi dan mitra, di antaranya BSI, BRI, dan DJKN. Kehadiran berbagai lembaga tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat layanan publik, layanan keuangan, dan berbagai program yang dapat mendukung pengembangan kapasitas generasi muda.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang lelang dan pengelolaan aset negara, tetapi juga memahami pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. ( )