Lampung Timur — Transformasi kelembagaan UIN Jurai Siwo Lampung resmi memasuki babak baru dengan dilaksanakannya Launching UIN Jurai Siwo Lampung yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., pada Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka tersebut menjadi momentum bersejarah bagi civitas akademika UIN Jurai Siwo Lampung setelah perubahan status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Prosesi launching ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Menteri Agama RI didampingi Gubernur Lampung, Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, serta para tamu undangan. Peluncuran tersebut disambut meriah oleh seluruh peserta yang hadir sebagai simbol dimulainya perjalanan baru UIN Jurai Siwo Lampung sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti Gedung Laboratorium Terintegrasi oleh Menteri Agama RI. Penandatanganan prasasti tersebut menjadi tanda resmi beroperasinya salah satu fasilitas akademik unggulan yang dimiliki UIN Jurai Siwo Lampung.
Gedung Laboratorium Terintegrasi dibangun dalam dua tahap, mulai Juli 2025 hingga Mei 2026, sebagai bentuk komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan tinggi keagamaan Islam. Gedung ini dilengkapi berbagai fasilitas laboratorium modern yang mendukung pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kompetensi mahasiswa dari berbagai program studi.
Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa launching UIN Jurai Siwo Lampung dan peresmian laboratorium terintegrasi merupakan tonggak penting dalam penguatan kualitas akademik kampus. Menurutnya, perubahan status menjadi universitas harus diiringi dengan peningkatan mutu layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran Gedung Laboratorium Terintegrasi diharapkan mampu mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keislaman secara lebih komprehensif. Selain itu, fasilitas tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan praktis sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.