Metro, metrouniv.ac.id — Kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi tidak selalu bermula dari agenda besar. Ia dapat tumbuh dari sebuah komunikasi, kemudian berkembang menjadi kesepahaman, dan akhirnya diwujudkan dalam kerja sama yang konkret. Semangat itulah yang tampak dalam pertemuan UIN Jurai Siwo Lampung dengan STAI Daarussalaam Sukabumi, Jawa Barat, yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan dilanjutkan dengan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Pascasarjana UIN Jurai Siwo Lampung.

Penandatanganan berlangsung di ruang tamu Rektor, Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan peluang kolaborasi antara dua institusi pendidikan tinggi Islam yang memiliki perhatian pada penguatan mutu akademik dan pengembangan sumber daya manusia.
Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, menyambut baik inisiatif kerja sama yang sebelumnya disampaikan STAI Daarussalaam melalui surat permohonan beberapa hari sebelumnya. Respons positif tersebut kemudian ditindaklanjuti dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana akademik dan terbuka, dengan pembahasan yang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi bergerak pada kemungkinan program-program bersama.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di dalamnya juga terdapat agenda peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa sebagai bagian penting dari penguatan kualitas sumber daya manusia kedua perguruan tinggi.
Dimensi kerja sama semakin konkret melalui penandatanganan MoA bersama Pascasarjana UIN Jurai Siwo Lampung. Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Akla, hadir bersama para ketua program studi dan jajaran manajemen Pascasarjana. Kehadiran unsur Pascasarjana sekaligus membuka ruang pembicaraan yang lebih spesifik mengenai pengembangan pendidikan pada jenjang pascasarjana dan peluang kerja sama akademik ke depan.
Menariknya, dialog tidak hanya berkutat pada kerja sama yang sudah dirumuskan dalam dokumen. Kedua pihak juga saling berbagi pengalaman mengenai pengembangan dan pembukaan program studi. Diskusi tersebut menyentuh berbagai hal yang berkaitan dengan kebutuhan akademik, tata kelola, penguatan mutu, hingga bagaimana sebuah program studi dapat dikembangkan secara relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika keilmuan.
Dari jajaran UIN Jurai Siwo Lampung hadir Rektor Prof. Ida Umami, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Aria Septi Anggaira, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dedi Irwansyah, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan (AKU) Dr. Win Hartan, serta tim akademik.
Sementara itu, STAI Daarussalaam Sukabumi diwakili Ketua STAI Dr. Hj. Elish Malihatun, M.Ag., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Kasubbag Tata Usaha, serta dua orang dosen.
Adapun dari Pascasarjana UIN Jurai Siwo Lampung hadir Direktur Prof. Dr. Akla, para kaprodi, dan jajaran manajemen Pascasarjana.
Bagi kedua institusi, MoU dan MoA ini merupakan awal dari proses yang lebih panjang. Nilai strategis kerja sama bukan semata terletak pada dokumen yang ditandatangani, melainkan pada sejauh mana kesepakatan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kegiatan akademik yang nyata, terukur, dan memberi manfaat bagi sivitas akademika.
Melalui kolaborasi ini, UIN Jurai Siwo Lampung dan STAI Daarussalaam Sukabumi membuka ruang yang lebih luas untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan inovasi akademik. Dari ruang pertemuan itulah diharapkan lahir berbagai agenda bersama yang tidak hanya memperkuat kedua institusi, tetapi juga ikut memberi kontribusi bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Kerja sama tersebut pada akhirnya menjadi gambaran bahwa perguruan tinggi tidak harus berjalan sendiri. Jejaring, pertukaran gagasan, dan kolaborasi menjadi modal penting untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang semakin adaptif, bermutu, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
( )