Lampung, metrouniv.ac.id – UIN Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal dengan menghadiri Festival Budaya Gemati yang digelar di Desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur. Pada kegiatan tersebut, Rektor UIN Jusila Prof. Ida Umami diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dedi Irwansyah serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Aria Septi Anggaira.
Festival budaya yang diselenggarakan oleh Sanggar Budaya Gemati Suminar tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Rustam Effendi, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Batanghari, unsur Forkopimda, akademisi, pelaku seni budaya, serta masyarakat setempat.
Semula kegiatan ini dijadwalkan dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah yang juga direncanakan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan UIN Jurai Siwo Lampung. Namun karena berhalangan hadir, agenda penandatanganan MoU tersebut akan dijadwalkan ulang dan direncanakan berlangsung di Kampus UIN Jurai Siwo Lampung.
Kepala Desa Banjarrejo Bambang Sutejo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan Festival Budaya Gemati. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam melestarikan budaya daerah, khususnya di Lampung Timur.
“Festival Budaya Gemati hadir sebagai wadah untuk melestarikan budaya Lampung. Kegiatan ini juga menjadi sarana positif bagi generasi muda agar tidak terlalu bergantung pada gawai dan lebih mencintai budaya yang dimiliki daerahnya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dedi Irwansyah yang mewakili Rektor UIN Jurai Siwo Lampung menyampaikan apresiasi tinggi kepada Sanggar Budaya Gemati Suminar yang telah konsisten merawat dan mengembangkan budaya Indonesia di tengah masyarakat.
Menurutnya, dalam dunia seni dan budaya terdapat tiga tingkatan keterlibatan, yaitu sebagai penikmat, pengamat, dan pembuat atau penggiat. Sebagian besar masyarakat berada pada level penikmat, sementara sebagian lainnya mampu menjadi pengamat yang memberikan kritik dan masukan. Tingkatan tertinggi adalah menjadi pembuat atau pelaku yang mampu melahirkan karya dan menggerakkan ekosistem budaya.
“Kami percaya bahwa Gemati saat ini telah berada pada level tertinggi, yaitu sebagai pembuat. Dari sudut kecil Lampung Timur mampu melahirkan kreativitas dan karya budaya yang luar biasa. UIN Jurai Siwo Lampung ingin hadir untuk mendukung dan berjalan bersama dalam upaya melestarikan budaya daerah,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Rustam Effendi menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terhadap pelestarian budaya lokal. Ia berharap Festival Budaya Gemati dapat terus berkembang dan menjadi agenda budaya tahunan daerah.
“Kami berharap festival ini ke depan dapat menjadi kalender budaya Kabupaten Lampung Timur. Dengan demikian budaya daerah semakin lestari, dikenal lebih luas, serta mampu menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” katanya.
Rustam menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berkomitmen mendukung pelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah. Selain seni dan tradisi, keberadaan pelaku UMKM juga menjadi bagian penting dari budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Teruslah berkarya dan melestarikan budaya sendiri. Budaya daerah adalah kekayaan yang harus kita banggakan dan wariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.
Festival Budaya Gemati menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas budaya, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat karakter generasi muda melalui kegiatan yang kreatif dan produktif.