Cirebon, metrouniv.ac.id — Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung kembali memperoleh pengakuan pada tingkat nasional melalui raihan Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award 2026 kategori Madya. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dalam rangka Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada 30 Juni–3 Juli 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam yang Adil Gender, Inklusif, dan Terbebas dari Segala Bentuk Kekerasan.” Tema tersebut merefleksikan arah kebijakan Kementerian Agama dalam memperkuat tata kelola pendidikan tinggi keagamaan Islam yang menjunjung prinsip kesetaraan gender, inklusivitas, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta perlindungan bagi seluruh sivitas akademika dari berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan.

Konsolidasi nasional ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan tinggi keagamaan Islam, di antaranya Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam beserta jajaran Direktorat PTKI, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pimpinan LP2M/P3M, Ketua PSGA PTKI se-Indonesia, akademisi, peneliti, serta mitra pembangunan yang memiliki perhatian terhadap isu kesetaraan gender dan pendidikan inklusif.
Lebih dari sekadar agenda pemberian penghargaan, konsolidasi nasional tersebut berfungsi sebagai ruang koordinasi, refleksi, dan penguatan kapasitas kelembagaan PSGA dalam mengimplementasikan Pengarusutamaan Gender (PUG) di lingkungan PTKI. Berbagai agenda diselenggarakan secara terpadu, meliputi Suluh PTRG ke-35, International Conference, Galeri PSGA, PTRG Award, hingga Lomba Shalawat Musawah dan Mubadalah, yang menjadi media pertukaran pengetahuan, diseminasi praktik baik, serta pengembangan inovasi dalam membangun budaya akademik yang adil, aman, dan inklusif.
Keikutsertaan UIN Jurai Siwo Lampung dalam seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan komitmen institusi untuk terus memperkuat peran PSGA sebagai pusat pengembangan kajian, edukasi, advokasi, dan kebijakan yang mendukung terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang responsif gender. Delegasi UIN Jurai Siwo Lampung berpartisipasi aktif dalam forum-forum diskusi kebijakan, konferensi internasional, dan koordinasi nasional yang menghasilkan berbagai rekomendasi strategis terkait penguatan kelembagaan PSGA serta implementasi PUG di lingkungan PTKI.

Raihan PTRG Award 2026 kategori Madya menjadi salah satu indikator atas keberlanjutan penguatan kelembagaan yang telah dilakukan PSGA UIN Jurai Siwo Lampung. Capaian tersebut didukung oleh berbagai inisiatif institusional, antara lain penyusunan kebijakan yang responsif gender, integrasi perspektif gender dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyelenggaraan forum akademik, serta perluasan jejaring kolaborasi dengan kementerian, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ketua PSGA UIN Jurai Siwo Lampung, Siti Mustaghfiroh, M.Phil., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya institusi yang menjunjung nilai-nilai kesetaraan, inklusivitas, dan keadilan.

“Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan refleksi atas proses penguatan kelembagaan yang terus kami lakukan. Momentum ini menjadi motivasi untuk semakin mengintegrasikan perspektif gender dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PSGA akan terus mengembangkan kerja sama lintas sektor dalam mendukung implementasi Pengarusutamaan Gender yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi akademik melalui penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan advokasi kebijakan.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen UIN Jurai Siwo Lampung untuk terus mengembangkan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, responsif gender, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Melalui penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kapasitas sivitas akademika, serta pengembangan jejaring kemitraan, UIN Jurai Siwo Lampung berupaya memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen transformasi sosial dalam mewujudkan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang unggul, berkeadilan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
( )