Metro, metrouniv.ac.id – Hari pertama pada sesi 1 pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 di Panitia Lokal (Panlok) UIN Jurai Siwo Lampung (Jusila), Senin (8/6/2026), berlangsung tertib. Pelaksanaan ujian dipusatkan di Gedung Laboratorium Komputer Lantai 3 Kampus 1 UIN Jurai Siwo Lampung (Jusila).

Dari pantauan tim Humas, para peserta pada sesi pertama mulai memasuki lokasi ujian dengan tertib melalui tahapan penitipan barang dan pemeriksaan sebelum memasuki ruang ujian. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban pelaksanaan seleksi berbasis komputer.
Pelaksanaan penitipan barang dan pemeriksaan peserta dipantau langsung oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Yudiyanto, bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Aria Septi Anggaira, yang didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Perlengkapan dan Rumah Tangga, Sukmono, serta jajaran panitia pelaksana yang dilakukan di lantai 1 Gedung abu Bakar Assidik.

Setelah menyelesaikan proses pemeriksaan, para peserta melanjutkan menuju lantai tiga untuk memasuki ruang ujian masing-masing sesuai dengan . Sebelum menempati perangkat komputer yang telah disiapkan, peserta kembali menjalani pemeriksaan kartu ujian dan identitas sebagai bagian dari prosedur verifikasi.

Di UIN Jurai Siwo Lampung, pelaksanaan SSE UM-PTKIN dalam satu sesi diikuti oleh sebanyak 60 peserta. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 WIB, sementara peserta telah hadir dan memasuki lokasi ujian sejak 30 menit sebelum pelaksanaan dimulai.

Ketua Panitia UM-PTKIN UIN Jurai Siwo Lampung yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dedi Irwansyah, saat mengikuti pembukaan di ruang panitia Gedung Laboratorium Komputer Lantai 3 Gedung Abu Bakar As-Siddiq, menyampaikan bahwa pelaksanaan SSE akan berlangsung selama tiga hari.

“Jumlah peserta yang mengikuti UM-PTKIN di Panlok UIN Jurai Siwo Lampung sebanyak 467 orang. Pelaksanaan ujian berlangsung selama tiga hari, dengan tiga sesi setiap harinya. Khusus pada hari terakhir akan dilaksanakan dua sesi. Setiap sesi diikuti oleh 60 peserta,” jelasnya.
Prof. Dedi juga mengimbau seluruh peserta untuk memperhatikan jadwal yang telah ditetapkan dan hadir lebih awal di lokasi ujian.
“Kami berharap seluruh peserta hadir sesuai jadwal yang tertera pada kartu ujian masing-masing dan sudah berada di lokasi paling lambat 30 menit sebelum ujian dimulai,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Yudiyanto, menyampaikan bahwa berbagai persiapan teknis telah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya guna memastikan kelancaran pelaksanaan ujian.

“Persiapan telah dilakukan secara maksimal. Kami memastikan seluruh perangkat komputer, jaringan, serta sarana pendukung lainnya dalam kondisi baik dan siap digunakan selama pelaksanaan ujian,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Aria Septi Anggaira, menjelaskan bahwa panitia juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kendala selama ujian berlangsung.

“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari petugas medis dan Dinas Kesehatan untuk layanan kesehatan peserta, hingga pihak PLN guna memperoleh informasi terkait kemungkinan pemadaman listrik. Langkah ini dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan,” ungkap Aria.